Purwakarta – agaranews.com//
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa proses pemeringkatan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sepenuhnya dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan pendekatan ilmiah berbasis statistik.
Penegasan tersebut disampaikan saat kegiatan Kolaborasi Program Prioritas Presiden untuk Pemutakhiran DTSEN yang digelar di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari pilar sosial, camat, kepala desa, operator desa hingga pendamping program sosial, Gus Ipul menekankan bahwa penentuan peringkat kesejahteraan masyarakat tidak dilakukan oleh pejabat pemerintah maupun aparat desa.
“Yang melakukan perangkingan itu BPS. Bukan pendamping, bukan kepala desa, bukan bupati, bukan wali kota, bahkan bukan Menteri Sosial,” tegasnya.
Pernyataan itu disambut perhatian serius para peserta. Gus Ipul menjelaskan bahwa pemeringkatan dilakukan melalui metode statistik yang objektif sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap berbagai program bantuan sosial dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes Mulyadin Malik, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Selain sesi pemaparan program, kegiatan juga dimeriahkan oleh penampilan siswa Sekolah Rakyat yang membawakan pidato dalam empat bahasa, pembacaan puisi, serta paduan suara gabungan siswa bersama para pilar sosial.
Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemutakhiran DTSEN, agar data sosial ekonomi nasional semakin akurat. Dengan data yang valid, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan secara adil dan tepat sasaran.
(Tim)


































