TRENGGALEK,AgaraNews.com// Sebanyak 14 unit truk operasional tahap pertama untuk program Koperasi Merah Putih resmi tiba di halaman Makodim 0806/Trenggalek, Selasa (7/4/2026). Armada ini disiapkan sebagai mesin penggerak distribusi logistik bagi koperasi desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.
Iring-iringan truk Mitsubishi Fuso berkelir putih dengan identitas “Koperasi Merah Putih” tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, didampingi Dandim 0806/Trenggalek, Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, kepada jajaran pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Wakil Bupati Syah Muhammad Natanegara menegaskan, distribusi armada ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kelembagaan ekonomi desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada PT Agrinas dan khususnya Kodim 0806/Trenggalek yang telah menjembatani penyerahan 14 truk operasional ini. Semoga armada ini membawa manfaat besar bagi penguatan ekonomi koperasi di Trenggalek,” ujar Wabup Syah dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Dandim 0806/Trenggalek, Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, menjelaskan bahwa selain truk, pemerintah juga telah menyiapkan 14 unit mobil pick-up serta kendaraan roda tiga untuk mendukung mobilitas mikro di tingkat desa.
“Prioritas utama armada ini adalah memperlancar distribusi hasil pertanian dan logistik desa. Lebih strategis lagi, kendaraan ini akan menjadi tulang punggung transportasi untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dalam menyuplai bahan baku dari petani ke dapur-dapur MBG,” tegas Letkol Roy.
Meskipun telah tiba, seluruh armada saat ini masih disiagakan dan belum dioperasikan secara penuh. Rencananya, peresmian besar akan dilakukan langsung oleh Prabowo Subianto pada Agustus mendatang.
Pasca-peresmian nanti, kendaraan tersebut akan segera bertugas di 14 koperasi penerima yang tersebar di Kecamatan Karangan, Tugu, Gandusari, Durenan, Panggul, hingga Kecamatan Suruh, guna memutar roda ekonomi dari pinggiran.(Lia Hambali)
(Agus Kemplu)
































