TRENGGALEK,AgaraNews.com//Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek pada Senin malam (6/4/2026), mengakibatkan bencana tanah longsor. Tebing setinggi delapan meter di Desa Jombok runtuh dan menghantam rumah milik Imam Zainudin, menyebabkan kerusakan serius pada struktur bangunan.
Material longsor berupa tanah dan batu sepanjang 10 meter meluncur deras setelah struktur tanah menjadi labil akibat guyuran hujan selama 30 menit. Tebing yang berada tepat di belakang rumah korban tak kuasa menahan tekanan air, sehingga materialnya langsung menimbun area permukiman.
Merespons kejadian tersebut, Babinsa Desa Jombok, Serda Eva Novanda dari Koramil 0806-10/Pule, bergerak cepat menuju lokasi pada Selasa pagi (7/4/2026). Bersinergi dengan Bhabinkamtibmas, tim TRC-PB, Kasi Trantib Kecamatan, serta pemerintah desa, aksi tanggap darurat segera dilakukan untuk mengevakuasi material longsoran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Proses evakuasi kami lakukan secara gotong royong dengan warga. Kami mengutamakan kewaspadaan tinggi karena kondisi tanah masih basah dan sangat berpotensi memicu longsor susulan,” ujar Serda Eva Novanda di lokasi kejadian.
Berdasarkan asessment awal, kerugian materiil yang dialami keluarga Bapak Imam Zainudin diperkirakan mencapai Rp45 juta. Kerusakan meliputi dinding dan bagian belakang rumah yang terdampak langsung terjangan batu dan tanah.
Selain membantu pembersihan, petugas juga memberikan imbauan keras kepada warga sekitar agar menjauhi area tebing rawan, terutama saat intensitas hujan kembali meningkat. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda retakan tanah atau pergerakan tebing guna mencegah jatuhnya korban jiwa.
Saat ini, aparat kewilayahan terus bersiaga memantau titik-titik rawan longsor di Kecamatan Pule sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah tersebut.(Lia Hambali)
































