PAKPAK BHARAT,AgaraNews.com//Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Asrif, M.Hum., menegaskan bahwa sebagai insan Pakpak, masyarakat harus bangga berbahasa Pakpak dan terus membudayakannya. Hal ini penting agar bahasa Pakpak tetap lestari dan sejajar dengan bahasa daerah lainnya di Sumatera Utara, seperti Toba, Karo, Nias, dan Angkola.
“Masyarakat harus bangga dengan bahasanya sendiri. Kalau bahasa sudah hilang, maka identitas Pakpak itu sendiri juga akan hilang,” ujar Asrif di sela-sela kegiatannya di Kabupaten Pakpak Bharat, Selasa (7/4/2026).
Asrif hadir di Kabupaten Pakpak Bharat sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Jenjang Pembaca Awal. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara yang bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pakpak Bharat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para peserta dalam menulis serta menerjemahkan cerita anak menggunakan bahasa daerah dan bahasa Indonesia (dwibahasa). Hal ini diharapkan dapat memperkaya literasi lokal sekaligus menjaga eksistensi bahasa daerah di kalangan generasi muda sejak dini.(Lia Hambali)
(JB)































