Pariaman, AgaraNews.com // Sulam peniti, salah satu kerajinan khas Pariaman, Sumatera Barat, telah menjadi simbol warisan budaya dan peluang ekonomi yang menjanjikan. Ny. Arnengsih Hanafis, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXII Dim 0308 Pariaman, adalah salah satu sosok yang turut mengangkat nilai ekonomi kerajinan ini.
Dengan tangan terampil dan semangat pantang menyerah, Ny. Arnengsih mampu mengangkat sulam peniti Pariaman menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Dari rumah sederhana, lahir karya-karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar.
Sulam peniti buatan Ny. Arnengsih telah diminati oleh konsumen dari berbagai daerah, mulai dari jilbab, baju kurung, abaya, bahkan sandal dan aksesori busana yang tampil elegan dan eksklusif. Tidak hanya berfokus pada produksi, Ny. Arnengsih juga berbagi keterampilan kepada ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya, membuka peluang tambahan penghasilan bagi mereka sekaligus menjaga kelestarian sulam peniti sebagai warisan budaya daerah.
Kisah Ny. Arnengsih Hanafis membuktikan bahwa peran ibu rumah tangga dan anggota Persit tidak terbatas pada urusan domestik semata. Dengan tangan terampil dan semangat pantang menyerah, ia mampu mengangkat sulam peniti Pariaman menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.(Lia Hambali)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
































