Aceh Tenggara – agaranews.com// Sebanyak 145 mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Ketambe, Sabtu (11/4/2026). Pelepasan berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna UGL dan dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tenggara.
Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembekalan intensif yang telah diikuti para mahasiswa sejak 9 April 2026. Tahun ini, UGL mengangkat tema strategis “Menciptakan Masyarakat yang Mandiri Pasca Bencana Hidrometeorologi Menuju Aceh Tenggara Hebat”, sejalan dengan kondisi sejumlah desa di Ketambe yang sebelumnya terdampak bencana alam.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, S.E., M.M., menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi serta peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadilah duta kampus yang santun, cerdas, dan berintegritas. Tinggalkan jejak kebaikan di setiap tempat yang kalian singgahi, agar kehadiran kalian benar-benar dirasakan dan dikenang oleh masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UGL, Bahrul Ilmi, S.I.P., M.M., menyampaikan bahwa program KKN merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa sekaligus implementasi ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah.
“KKN adalah jembatan antara dunia akademik dengan realitas sosial. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan dan memberikan solusi konkret bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua Umum Yayasan Pendidikan Gunung Leuser (YPGL), Jamanuddin, M.AP., turut memberikan motivasi kepada peserta KKN agar mampu beradaptasi dengan kearifan lokal serta berkontribusi dalam mendorong kemandirian desa.
Usai seremoni pelepasan, rombongan mahasiswa langsung bertolak menuju Kecamatan Ketambe. Setibanya di lokasi, mereka disambut di kantor camat sebelum didistribusikan ke 10 desa yang telah ditetapkan sebagai lokasi pengabdian.
Melalui program ini, Universitas Gunung Leuser kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana serta mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Aceh Tenggara. Ady


































