Sidikalang,AgaraNews.com//Di tengah upaya menjaga stabilitas harga pangan, fenomena tak terduga justru muncul dari hal sederhana: kantong plastik. Pada Kamis (16/4/2026), Babinsa Koramil 02/Sidikalang Kodim 0206/Dairi, Sertu Nuroso, turun langsung melakukan monitoring dan pemantauan harga pangan di Pasar Induk Sidikalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.
Dalam kegiatan tersebut, Sertu Nuroso tidak hanya mencatat perkembangan harga, tetapi juga berdialog langsung dengan para pedagang. Salah satunya, Yunita Pandiangan, pedagang sembako, yang menyampaikan bahwa harga sayur mayur dan kebutuhan pokok relatif masih stabil dan normal. Namun, ada satu komoditas yang justru melonjak tajam dan mulai membebani pedagang.
“Untuk sayur dan sembako masih normal, tapi harga kantong plastik naik drastis,” ungkap Yunita. Ia menjelaskan, harga kantong plastik jenis assoy yang sebelumnya Rp10.000 per pak kini melonjak menjadi Rp16.000, atau naik sekitar 50 persen. Kenaikan ini, menurutnya, cukup memberatkan karena menjadi kebutuhan wajib dalam aktivitas jual beli sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, Yunita juga menyebutkan adanya kenaikan harga minyak goreng merek Minyak Kita. Dari harga sebelumnya Rp17.000 per liter, kini naik menjadi Rp21.000 per liter. Kondisi ini membuat pedagang semakin terjepit, karena di sisi lain mereka tidak bisa menaikkan harga jual sembako secara bebas kepada konsumen.
Para pedagang berharap adanya perhatian dari pemerintah terkait lonjakan harga bahan pendukung seperti kantong plastik yang kerap luput dari pengawasan. Secara terpisah, Danramil 02/Sidikalang Kapten Inf T. Aritonang menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa guna memastikan stabilitas harga pangan serta mengetahui secara langsung kondisi di lapangan, sehingga dapat menjadi bahan laporan dan koordinasi dengan instansi terkait. (Lia Hambali/Prajurit Pena)































