Aceh Tenggara , Agaranews.com|Ketua Lsm Kaliber Aceh Zoel Kanedi atau ZK Agara secara tegas mendesak Polda Aceh Aceh untuk secepatnya bisa mengusut seluruh pengerjaan proyek Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPR Aceh khususnya Daerah Pemilihan (Dapil) 8 Kabupaten Aceh Tenggara dan Gayo Lues Provinsi Aceh. Pasalnya hampir seluruh bangunan fisik seperti gedung sekolah, gedung laboratorium, lank skib atau taman sekolah saat ini kondisinya sudah mulai rusak. Hal ini terjadi di sekolah SMA negeri 1 Lawe Sigala-gala, SMA Negeri 2 Badar dan sekolah lainnya.
Padahal seharusnya kondisi bangunan sekolah tersebut harus bisa bertahan lama. Akan tetapi tidak seperti itu. Ungkap ZK Agara kepada Agaranews.com Kamis 30 April 2026.
“Makanya kita minta aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam terhadap dugaan penyimpangan anggaran proyek fisik yang bersumber dari dana pokok pikiran (pokir) DPRA tahun 2022 hingga 2025. Karena jika pengerjaan bangunan tersebut dikerjakan sesuai dengan spesifikasi tentu fisiknya bisa bertahan lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu Ketua Kaliber Aceh menjelaskan sejak beberapa tahun terakhir ini berbagai proyek fisik yang menggunakan dana pokir banyak yang tidak berfungsi lagi selain rehabilitasi gedung sekolah, ada pembangunan MCK, sekolah, dan gedung serbaguna, hingga program pembangunan gedung Badan Dayah pada pondok pesantren, serta pembangunan rumah layak huni, patut diduga tidak sepenuhnya berpihak pada kebutuhan masyarakat. Karena untuk mendapatkan proyek tersebut ada dugaan jual beli proyek.
“Jangan sampai dana pokir yang seharusnya menjadi solusi justru berubah menjadi ladang keuntungan segelintir pihak. Ini uang rakyat, bukan bancakan pejabat,” tegasnya.
Kaliber Aceh mencium adanya indikasi kuat praktik yang tidak transparan dalam pelaksanaan sejumlah proyek tersebut. Oleh karena itu, mereka meminta Kapolda Aceh segera melakukan pemeriksaan khusus secara menyeluruh terhadap seluruh fisik gedung bangunan yang bersumber dari dana pokir DPRA di Aceh Tenggara.
Tak hanya itu, Kaliber Aceh juga mendesak agar tim intelijen kejaksaan segera diturunkan langsung ke lapangan, guna memastikan fakta-fakta yang selama ini diduga sengaja ditutup-tutupi.
“Jika Kapolda Aceh serius memberantas dugaan penyimpangan, maka turunkan tim intelijen sekarang juga ke Aceh Tenggara. Jangan tunggu kasus ini membesar dan kepercayaan publik runtuh total,” lanjutnya.
Kaliber Aceh menyatakan siap menjadi mitra dalam pengungkapan kasus ini, dengan menyediakan data dan temuan lapangan yang mereka miliki.
“Kami tidak hanya bicara. Kami punya data. Kami siap jadi petunjuk untuk membongkar dugaan permainan kotor ini sampai ke akar-akarnya,” tutup Ketua Kaliber Aceh.
Desakan ini menjadi peringatan keras bahwa publik tidak lagi bisa dibungkam. Jika aparat penegak hukum lamban, maka kecurigaan publik akan semakin menguat: bahwa dana pokir bukan lagi untuk rakyat, melainkan alat memperkaya kekuasaan.[Hidayat]


































