ACEH SINGKIL agaranews.com – Kondisi cuaca cerah dalam beberapa bulan terakhir membawa berkah bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) ikan asin di Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil. Daya beli masyarakat terhadap produk olahan laut ini terpantau meningkat signifikan dibanding hari biasa, seiring dengan lancarnya proses produksi dan melimpahnya hasil tangkapan nelayan.
Mujli Panter, salah satu pelaku UMKM ikan asin setempat, mengungkapkan bahwa stabilitas cuaca menjadi faktor utama naiknya omset usahanya. Ia menjelaskan bahwa kondisi hujan sebelumnya sempat menghambat proses penjemuran dan menurunkan stok bahan baku, namun kini situasi telah berbalik arah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah untuk saat ini omset lumayan, ditambah lagi cuaca cerah karena kalau hari-hari penghujan kami sangat sulit memproduksi ikan asin dan hasil tangkapan pun kurang. Palingan bisa menjual 100 kg, kalau untuk saat ini bisa jual 100-200 kilogram,” ujar Mujli kepada awak media, Jumat (3/7/2026).
Harga Stabil di Tengah Kenaikan Produksi
Selain volume penjualan yang meningkat, Mujli juga memastikan bahwa harga jual ikan asin tetap stabil dan terjangkau bagi konsumen. Tidak ada kenaikan harga meskipun permintaan sedang tinggi, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Ia merinci daftar harga per kilogram untuk berbagai jenis ikan asin yang diproduksi:
Ikan Asin Maco/Mavi: Rp15.000/kg
Ikan Asin Kepala Batu: Rp20.000/kg
Ikan Asin Palu-palu: Rp30.000/kg
“Untuk harga ikan asin tidak ada mengalami kenaikan. Ikan asin mavi Rp15 ribu, kepala batu Rp20 ribu, dan palu-palu Rp30 ribu per kilonya,” tutupnya.
Optimisme Jangka Panjang bagi Kesejahteraan Warga
Mujli berharap kondisi cuaca cerah dapat terus berlanjut dalam waktu dekat. Menurutnya, jika tren positif ini bertahan, produksi ikan asin akan terus meningkat dan berdampak langsung pada penambahan omset penjualan.
Peningkatan aktivitas ekonomi di sektor ikan asin ini juga memberikan efek domino bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Banyak warga Desa Ketapang Indah yang menggantungkan hidup dari rantai pasok usaha ini, mulai dari penyediaan bahan baku hingga proses pengemasan. Dengan produksi yang lancar dan harga yang stabil, optimisme untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidup semakin terbuka lebar di tengah iklim yang mendukung. (Redaksi)

















