ACEH SINGKIL agaranews.com– Dua kuliner tradisional khas Aceh Singkil, yakni Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk, resmi ditetapkan sebagai wakil Provinsi Aceh dalam penilaian kuliner tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) RI. Penetapan ini menjadi bukti pengakuan terhadap kekayaan warisan leluhur Aceh Singkil yang terus dijaga kelestariannya.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil dengan BPS setempat. Ketua MAA Aceh Singkil, Zakirun Pohan, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, terpilihnya kedua menu ini menunjukkan tingginya nilai budaya yang melekat pada kuliner lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, dengan izin Allah serta bimbingan MAA Aceh Singkil, menu Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk terpilih menjadi wakil BPS Provinsi Aceh pada penilaian kuliner tingkat nasional,” ujar Zakirun, Kamis (6/8/2026).
Lebih dari Sekadar Rasa, Ada Filosofi Mendalam
Sebelumnya, kedua hidangan ini telah diperkenalkan melalui demonstrasi memasak bersama Dharma Wanita Persatuan BPS Aceh Singkil pada pertengahan Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diajarkan cara mengolah, tetapi juga memahami sejarah dan filosofi di baliknya.
Bagi masyarakat Aceh Singkil, Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk memiliki makna khusus. Keduanya sering disajikan dalam prosesi adat peletakan tiang pertama rumah sebagai simbol harapan dan doa. Selain itu, secara turun-temurun, kuliner ini juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan, khususnya untuk memperlancar produksi ASI bagi ibu menyusui.
Dengan lolosnya seleksi tingkat provinsi, diharapkan kedua kuliner ini dapat semakin dikenal luas di kancah nasional sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. (Redaksi)

















