Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk Wakili Aceh dalam Penilaian Kuliner Nasional BPS RI

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026 - 16:51 WIB

5089 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SINGKIL agaranews.com– Dua kuliner tradisional khas Aceh Singkil, yakni Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk, resmi ditetapkan sebagai wakil Provinsi Aceh dalam penilaian kuliner tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) RI. Penetapan ini menjadi bukti pengakuan terhadap kekayaan warisan leluhur Aceh Singkil yang terus dijaga kelestariannya.

 

Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil dengan BPS setempat. Ketua MAA Aceh Singkil, Zakirun Pohan, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, terpilihnya kedua menu ini menunjukkan tingginya nilai budaya yang melekat pada kuliner lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Alhamdulillah, dengan izin Allah serta bimbingan MAA Aceh Singkil, menu Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk terpilih menjadi wakil BPS Provinsi Aceh pada penilaian kuliner tingkat nasional,” ujar Zakirun, Kamis (6/8/2026).

 

 

Lebih dari Sekadar Rasa, Ada Filosofi Mendalam

 

Sebelumnya, kedua hidangan ini telah diperkenalkan melalui demonstrasi memasak bersama Dharma Wanita Persatuan BPS Aceh Singkil pada pertengahan Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diajarkan cara mengolah, tetapi juga memahami sejarah dan filosofi di baliknya.

 

Bagi masyarakat Aceh Singkil, Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk memiliki makna khusus. Keduanya sering disajikan dalam prosesi adat peletakan tiang pertama rumah sebagai simbol harapan dan doa. Selain itu, secara turun-temurun, kuliner ini juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan, khususnya untuk memperlancar produksi ASI bagi ibu menyusui.

 

Dengan lolosnya seleksi tingkat provinsi, diharapkan kedua kuliner ini dapat semakin dikenal luas di kancah nasional sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. (Redaksi)

 

Berita Terkait

GAMPAS Desak Audit Dugaan Penyimpangan Dana BOS SDN Mandumpang Selama 8 Tahun: Sekolah Masih Memprihatinkan, Jadi Ke Mana Alokasi Anggaran?
BREAKING : Mutasi Perdana Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, 88 Pati-Pamen Diganti – Berikut Daftar Lengkapnya
Sekda Aceh Singkil Peringatan Keras: ASN Dilarang Terlibat Narkoba, Judi Online, dan Pinjol Ilegal
Peringati Harhubnas 2026, Insan Perhubungan Aceh Singkil Tekankan Keselamatan sebagai Tanggung Jawab Moral
Rakornis TMMD ke-130, Pemkab Aceh Singkil dan TNI Sepakat Perkuat Sinergi Bangun Desa
Jaga Asa Generasi Muda, Bupati Safriadi Siapkan Rehab Asrama Mahasiswa & Usulkan Sekolah Terintegrasi
Bupati Safriadi Tegaskan: Verifikasi Data Korban Banjir Harus Objektif, Bebas Nepotisme
Rawat Tradisi, Rangkul Teknologi: Bupati Safriadi Dorong STIT Daarurrahmah Cetak Generasi Berkarakter

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Kejari Karo Ikuti FGD Virtual Perkuat Pengawasan Penuntut Umum Terhadap Proses Penyidikan dan Penuntutan 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Kejari Karo Gelar Program Jaksa Sahabat Pendidik di SDN 040448 Kabanjahe, Kajari Edmond : Jaksa Hadir Sebagai Sahabat Bukan Untuk Menakuti 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Kawal Pembangunan Pendidikan, Kajari Karo Edmond Purba Monitoring RKB SDN 040448 Kabanjahe

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Martha Tilaar Tinggalkan Warisan Budaya Jamu Terkenal Sampai Mancanegara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Sosok AKBP Ade Gita Rachmadi Lulusan Akpol 2008 Yang Kini Pimpin Polres Abdya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Wabup Bone Hadiri Pelantikan PWI Sulsel, Terima Penghargaan untuk Bupati Bone 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Hadir di Tengah Kesulitan Warga, Kodim Boyolali Salurkan Bantuan Air Bersih di Kemusu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Kabar Duka : Pendiri Sariayu Martha Tilaar Berpulang di Usia 89 Tahun 

Berita Terbaru