Nias. Agaranews.net // Guru-guru SDN 078502 Hilinduria Tuhewaebu, yang berlokasi di Desa Sisarahili Ma’u, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, mengeluhkan kondisi akses jalan menuju sekolah yang dinilai menyulitkan aktivitas para guru maupun masyarakat sekitar. Jum’at 16/10/2026.
Kepala SDN 078502 Hilinduria Tuhewaebu, Asania Waruwu, S.Pd.SD., menyampaikan harapannya agar pemerintah, mulai dari tingkat desa, daerah hingga pusat, memberikan perhatian terhadap pembangunan akses jalan menuju sekolah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kondisi jalan yang sulit dilalui semakin memprihatinkan ketika musim hujan tiba. Para guru merasa khawatir saat melintasi jalan tersebut menggunakan kendaraan roda dua karena kondisi jalan yang berisiko.

Ketika musim hujan tiba, kami sangat takut melewati jalan tersebut menggunakan kendaraan roda dua. Karena itu, kebanyakan dari kami lebih memilih berjalan kaki menuju sekolah, ungkapnya.
Ia menjelaskan, jarak yang harus ditempuh para guru dengan berjalan kaki mencapai kurang lebih 3,5 kilometer, mulai dari kawasan Leweguru, Dusun V (Empat), Desa Lasara Siwalubanua, menuju sekolah.
Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah agar pembangunan atau perbaikan jalan dapat segera dipertimbangkan. Dengan akses jalan yang lebih baik, aktivitas para guru, masyarakat, serta perjalanan menuju sekolah diharapkan menjadi lebih aman dan lancar.
Selain persoalan akses jalan, pihak sekolah juga berharap adanya perhatian pemerintah terkait ketersediaan jaringan listrik hingga ke lingkungan sekolah.
Menurut Asania, keberadaan listrik sangat dibutuhkan untuk mendukung proses belajar mengajar agar dapat berlangsung dengan lebih baik dan membantu kebutuhan kegiatan pendidikan di sekolah.
Di tengah keterbatasan infrastruktur tersebut, para guru SDN 078502 Hilinduria Tuhewaebu tetap berupaya menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dalam mendidik anak-anak.
Dedikasi para guru yang tetap berjuang menempuh perjalanan menuju sekolah, bahkan dengan berjalan kaki saat kondisi jalan tidak memungkinkan, menjadi gambaran semangat mereka dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada para peserta didik.
Pihak sekolah berharap pemerintah dapat meninjau langsung kondisi akses jalan dan kebutuhan listrik tersebut, sehingga aspirasi para guru dan masyarakat sekitar mendapat perhatian serta tindak lanjut sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah.(Dika)




















