Tanah Karo, AgaraNews.com // Jika jalan adalah cermin peradaban, maka yang sedang dilakukan Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., adalah memoles wajah peradaban Tanah Karo Simalem agar lebih bermartabat.
Di bawah komandonya, pembangunan infrastruktur tidak lagi sekadar proyek fisik, melainkan sebuah gerakan moral untuk memutus rantai keterisolasian dan membuka pintu harapan bagi ribuan kepala keluarga.
Salah satu bukti nyata yang kini digesek dengan penuh keseriusan adalah Rekonstruksi Ruas Jalan Kutabuluh – Kutamale. Sebuah ruas jalan yang selama ini menjadi keluhan, kini disulap menjadi harapan baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukan Sekadar Aspal, Tapi Jalan Menuju Kesejahteraan
Bagi sebagian orang, ini hanya tentang aspal hitam dan alat berat. Namun bagi petani kol dan jeruk di Kutabuluh, ini adalah tentang harga panen yang tidak lagi anjlok karena truk sulit masuk. Bagi ibu-ibu di Kutamale, ini adalah tentang akses ke Puskesmas yang tidak lagi berlumpur saat hujan. Bagi anak-anak sekolah, ini adalah tentang perjalanan menuntut ilmu yang lebih aman dan cepat.
Bupati Antonius Ginting memahami betul filosofi itu. Seorang dokter, seorang jenderal, dan kini seorang pemimpin daerah, ia melihat jalan dengan kacamata yang berbeda.
“Pembangunan infrastruktur bukan sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Ia adalah tentang membuka jalan bagi aktivitas masyarakat, kelancaran mobilitas, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Setiap jalan yang kita bangun adalah tentang harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik,” tegas Bupati Karo dalam visi pembangunannya.
Visi Besar : Dari Desa Membangun Karo
Rekonstruksi Jalan Kutabuluh-Kutamale adalah bagian dari puzzle besar visi KARO MAJU, SEJAHTERA, DAN BERKELANJUTAN.
Tanah Karo dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Sumatera Utara. Namun, kejayaan hasil pertanian tidak akan pernah maksimal jika akses jalannya tertinggal. Dengan jalan yang mulus, rantai distribusi terpotong, biaya logistik turun, dan kesejahteraan petani naik.
Ini adalah strategi cerdas seorang pemimpin yang berpikir jauh ke depan. Jalan mulus akan memicu efek domino :
1. Ekonomi Tumbuh: Hasil tani, kopi, dan komoditas unggulan Karo akan lebih cepat sampai ke pasar Berastagi, Kabanjahe, hingga Medan.
2. Wisata Terbuka: Akses yang baik akan membuka potensi wisata desa dan agrowisata baru di sepanjang jalur Kutabuluh-Kutamale.
3. Investasi Masuk: Investor akan lebih yakin masuk ke daerah yang infrastruktur dasarnya siap.
4. Pelayanan Publik Merata: Akses kesehatan, pendidikan, dan pelayanan pemerintahan menjadi lebih cepat dan merata.
Ini bukan sekadar janji politik. Ini adalah kerja nyata yang bisa dilalui, bisa dirasakan rodanya, dan bisa dinikmati hasilnya oleh rakyat.
Di tangan dingin Brigjen Pol (Purn) Antonius Ginting, jalan bukan lagi sekadar hamparan aspal. Jalan adalah janji yang ditepati. Jalan adalah bukti bahwa negara hadir hingga ke pelosok. (Lia Hambali)
Sumber : Diskominfo




















