Jakarta, AgaraNews. Com // Program baru Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat”dinilai masih sebatas omon-omon dan belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini dialami langsung oleh masyarakat terkait tarif parkir di halaman Polda Metro Jaya (PMJ) yang dinilai sangat mencekik leher dan dompet.
Padahal, masyarakat yang datang ke Polda Metro Jaya adalah mereka yang diundang untuk dimintai keterangan atas laporan polisi yang mereka buat, dengan membawa kendaraan roda dua maupun roda empat dan parkir di halaman yang telah disiapkan.
Pengalaman mencengangkan ini dialami oleh Ketua Umum PPWI Pusat, Wilson Lalengke saat mendampingi anggotanya yang sedang memberikan keterangan laporan polisi terkait dugaan Mafia Tanah di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Karena anggotanya disebut mendapat intimidasi, Ketum PPWI turun langsung mendampingi ke Polda Metro Jaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejadian pahit tersebut terjadi pada Selasa, 27 Oktober 2026, sekira pukul 18.40 WIB, di pintu keluar parkiran Polda Metro Jaya.
Menurut pengakuan Ketum PPWI, saat keluar dari pintu gerbang, ia diminta membayar parkir sebesar Rp 35.000 secara tunai (cash). Alasan yang disampaikan petugas jaga, pembayaran tidak bisa menggunakan uang elektronik karena koneksi jaringan sedang terputus, sehingga pembayaran dilakukan manual dan tanpa karcis elektronik.
Saat itu, Ketum PPWI memberikan uang Rp 50.000. Namun, oknum petugas yang berjaga di pintu keluar yang disebut bernama RUS meminta uang pas. Karena tidak ada uang pas di dompet, uang Rp 50.000 tersebut pun tidak dikembalikan. Seharusnya ada kembalian Rp 15.000.
“Diduga itu hanya alibi oknum petugas RUS agar tidak mengembalikan uang kembalian. Padahal dari pagi sampai sore sudah ratusan kendaraan yang keluar parkir,” ujar Ketum PPWI dalam keterangannya.
Akhirnya, uang Rp 50.000 tersebut direlakan masuk ke kantong penjaga gerbang.
“Masyarakat menduga agar tidak omon-omon statement baru Polri ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Kapolri dan Kapolda boleh ganti seribu kali, mental pungli tetap jadi idaman para oknum Polri nakal,” tulis laporan tersebut.
Wartawan AgaraNews.com mencoba melakukan konfirmasi langsung ke nomor WA Kapolda Metro Jaya terkait informasi yang dialami Ketum PPWI tersebut, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Kapolda.
Ketum PPWI berharap ada itikad baik dari para pihak untuk duduk bersama demi memperbaiki mental yang tidak baik menjadi baik sesuai harapan masyarakat.(Tim-JS )






















