Kodim 0210/TU Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda, Dandim : Para Pemuda dan Pejuang Kesuma Bangsa Telah Bersumpah, ” Kau, Aku dan Kita Semua Mari Bersatu Dalam Bingkai NKRI

LIA HAMBALI

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:10 WIB

5057 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tarutung, AgaraNews . Com // Prajurit & PNS Kodim 0210/TU melaksanakan Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang Ke – 98 Tahun 2026. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S. Sos yang diwakili Kasdim 0210/TU Mayor Arh A.S. Butarbutar, S.H. dan pada kesempatan tersebut membacakan amanat dari Menteri Pemuda & Olahraga Negara Kesatuan Republik Indonesia Erick Thohir. Dimana Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2026 di Lapangan Apel Makodim 0210/TU Jalan Sisingamangaraja No. 185, Hutatoruan VI, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara .

Dalam amanatnya Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan bahwa sembilan puluh delapan tahun yang lalu, para pemuda Indonesia mengikrarkan sebuah janji. Yang Mana janji yang menyatukan perbedaan, janji yang menguatkan perjuangan, janji tang melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu Bangsa Indonesia. Oleh karenanya hari ini semangat itu harus terus hidup. Bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus Bangsa.

Lebih lanjut Beliau menjelaskan bahwa kita ingin membangun Indonesia yang maju, tetapi kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Namun kemajuan Sejati dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak pernah menyerah dan dari kepedulian terhadap sesama anak Bangsa.Karena itu, kita harus membentuk dan menciptakan generasi masa depan yang patriotik, gigih, ulet, tangguh dan memiliki empati dan budi pekerti Artinya, Patriotik ialah yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata – kata, tetapi dengan menunjukkan pengabdian terbaik dan tindakan nyata. Sedangkan Gigih adalah yang tidak pernah menyerah ketika menghadapi kesulitan, hambatan dan tantangan, tidak runtuh dan berputus asa ketika mengalami kegagalan dan tidak pernah berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi Bangsa & Negara. Sementara Berempati yaitu yang tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan maupun kekurangan saudaranya sebangsa dan setanah air dan tidak berpaling ketika melihat rakyatnya membutuhkan pertolongan. Sebab jiwa Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa hati nurani akan kehilangan arah dan kemajuan tanpa peri kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.

Disisi lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan bahwa marilah kita bercita – cita & bermimpi setinggi langit, Bekerjalah sekeras mungkin, jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan sampai kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani serta tulus dan ikhlas membantu serta mengulurkan tangan kepada sesamanya.

Akhirnya atas nama Panglima tertinggi sekaligus Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia yang saat ini di jabat oleh Jenderal TNI ( Purn ) ( HOR ) Prabowo Subianto kami seluruh keluarga Besar Kementerian Pemuda Dan Olahraga dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda Ke – 98 Tahun 2026.

” Mari Kita Bangun Generasi Yang Patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan dan berempati dalam kemanusian. Sebab masa depan Bangsa Bukan hanya sesuatu yang akan kita temui dan jalani dengan melakukan perjuangan demi kepentingan pribadi dan kelompok semata, namun Masa Depan adalah sesuatu yang akan kita bangun secara bersama – sama menuju Masyarakat Indonesia yang Berdaulat, Adil, Makmur dan Sejahtera dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai bersama “.Ditempat terpisah Dandim 0210/TU Letkol A Hardian S. Sos mengucapkan terima kasih dan apresiasi dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada. seluruh Prajurit & PNS Kodim 0210/TU dan jajarannya di Wilayah teritorial Kodim 0210/TU yang meliputi Kabupaten Humbahas, Toba, Samosir dan Tapanuli Utara atas dedikasi, loyalitas, Disiplin dan semangat maupun etos kerja yang sudah tercipta selama ini. ” Terima kasih kami ucapkan atas pengabdian terbaik kalian selama ini, tolong pertahankan dan tingkatkan pada masa yang akan datang serta jalin Komunikasi dan lakukan sinergitas dan kolaborasi dengan pemerintah Daerah, Instansi terkait dan segenap komponen masyarakat “, Ujar Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S. Sos

Selaku orang nomor satu di jajaran Kodim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S. Sos sedikit menyampaikan sejarah singkat lahirnya Hari Sumpah Pemuda Tersebut, bahwa perlu kita ingat dan pahami bersama Hari Sumpah Pemuda yang kita peringati pada setiap tanggal 28 Oktober bertujuan untuk mengenang ikrar persatuan yang lahir pada Kongres Pemuda Kedua di Batavia (Jakarta) pada tanggal 27–28 Oktober 1928.

Dimana Sejarah Singkat peristiwa heroik tersebut didasari Pada masa penjajahan Kolonial Belanda, Yang mana perjuangan rakyat Indonesia saat itu masih bersifat kedaerahan melalui organisasi seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, dan Jong Celebes. Selanjutnya Kesadaran Bela Negara untuk bersatu mulai terlihat dan menguat setelah dilaksanakannya Kongres Pemuda I pada tahun 1926. Namun dalam kongres tersebut belum mencapai atau rumusan serta mufakat dalam menentukan arah perjuangan.Oleh karenya para pemuda dan tokoh – tokoh penting dalam pergerakan Perjuangan nasional yang mempunyai integritas dan semangat juang yang tinggi melanjutkan pelaksanaan Kongres Pemuda Ke – II yang dilaksanakan pada tanggal 27–28 Oktober 1928. Dimana Kongres ini Diprakarsai oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang dipimpin oleh Sugondo Djojopuspito. Yang Mana pelaksanaan Kongres berlangsung di tiga lokasi tempat yang berbeda di wilayah Jakarta yaitu :

1. Rapat Pertama (27 Oktober 1928) di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) membahas arti dan hubungan persatuan dengan pemuda.

2. Rapat Kedua (28 Oktober 1928) di Gedung Oost-Java Bioscoop membahas masalah pendidikan.

3. Rapat Ketiga (28 Oktober 1928) di Gedung Indonesische Clubgebouw (Jl. Kramat Raya 106), tempat diperdengarkannya lagu “Indonesia Raya” ciptaan Wage Rudolf Supratman untuk pertama kalinya dengan biola, serta pembacaan ikrar Sumpah Pemuda.

Artinya, Untuk menyatukan tekad, semangat dan jiwa patriotisme dan nasionalisme maka narasi atau naskah singkat atau ikrar Sumpah Pemuda tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan para pemuda dan pemudi dari berbagai wilayah di Seluruh Indonesia. Adapun Isi Naskah atau Teks yang akan dibacakan serta diucapkan langsung secara bersama – sama. Dimana isi dari Naskah Sumpah Pemuda tersebut memiliki 3 point penting yang menjadi pemersatu hati, jiwa dan fikiran rakyat Indonesia di seluruh tanah air yaitu Sebagai berikut :

1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Perlu di ingat bahwa Tokoh-tokoh nasional yang menjadi penggerak, pencetus, dan berperan penting dalam peristiwa Sumpah Pemuda (Kongres Pemuda II, 27–28 Oktober 1928) meliputi:

I. Pengurus dan Pimpinan Kongres

1. Soegondo Djojopoespito – Ketua Kongres Pemuda II dari organisasi Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang memimpin jalannya kongres dan mengoordinasikan persatuan para pemuda.

2. R.M. Djoko Marsaid – Wakil Ketua Kongres Pemuda II yang juga merupakan ketua dari organisasi Jong Java.

3. Muhammad Yamin – Sekretaris kongres sekaligus perumus naskah Sumpah Pemuda dan penggagas usulan agar Bahasa Indonesia dijadikan bahasa persatuan.

4. Amir Sjarifoeddin Harahap – Bendahara dan pemikir gagasan penting dari Jong Batak Bond / PPPI yang turut menyusun konsep persatuan.

II. Tokoh Inspirasi, Seniman, dan Pembicara

1. W.R. Supratman (Wage Rudolf Supratman) – Pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang pertama kalinya memperdengarkan melodi lagu tersebut secara instrumental menggunakan biola pada penutupan kongres.

2. Soenario Sastrowardoyo – Penasihat panitia Kongres Pemuda II sekaligus pembicara yang membawakan makalah tentang pergerakan pemuda dan persatuan Indonesia.

3. Johannes Leimena – Aktivis dari Jong Ambon yang menjadi panitia kongres dan kemudian menjadi tokoh pergerakan dari wilayah Indonesia Timur.

4. Sarmidi Mangunsarkoro – Tokoh dan pembicara penting yang memperjuangkan konsep pendidikan nasional bagi rakyat Indonesia.

III. Tokoh Pendukung & Penyedia Sarana

1. Sie Kong Liong – Tionghoa-Indonesia pemilik rumah di Jalan Kramat Raya No. 106 (kini Museum Sumpah Pemuda) yang menyediakan tempat bersejarah untuk rapat dan lahirnya Sumpah Pemuda.

2. Dolly Salim – Sosok yang pertama kali melantunkan lirik lagu “Indonesia Raya” (putri dari Haji Agus Salim).

3. Para Pembantu / Panitia Lainnya: Johan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond), R.C.L. Senduk, Mohammad Rochjani Su’ud (Pemoeda Betawi), dan Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia).Dari kilas balik & Historis singkat perjalanan sejarah perjuangan para pemuda yang juga merupakan tokoh – tokoh pejuang yang memiliki peran penting dan memiliki ide cemerlang untuk memerdekakan Bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan Belanda, tentunya pengorbanan serta perjuangan mereka bukan perkara gapang seperti membalikkan telapak tangan. Dimana pada masa – masa sulit di zaman penjajahan Kolonial Belanda, ruang dan gerak mereka dalam memperjuangkan aspirasi dan keinginan Rakyat Indonesia, tentunya akan mendapatkan perlawanan dari para Penjajah yang telah berkuasa di Bumi Indonesia dari Sabang Sampai Merauke.

Oleh Sebab itu atas ketabahan, keuletan, kerja keras dan semangat membara yang ada di dalam dada mereka, dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang ada, mereka mampu memperjuangkan aspirasi rakyat sampai pada penyatuan sikap dan arah perjuangan dengan menyelenggarakan kongres Pemuda dari berbagai kalangan dan profesi serta membulatkan tekad dalam menyatukan pikiran, jiwa dan semangat perlawanan terhadap Penjajahan kolonial Belanda dan Berikrar dengan berani, tulus dan ikhlas demi terciptanya Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Hakiki dan Abadi.

Artinya, Kita sebagai generasi penerus bangsa berkewajiban untuk melanjutkan cita – cita luhur para pemuda, pendahulu dan para pejuang kusuma bangsa dengan mengisi berbagai kegiatan maupun program – program terbaik demi terciptanya masyarkat Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur. Dengan demikian Makna terbesar dari peringatan Hari Sumpah Pemuda yang telah mereka Ikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 menjadi momen penting bagi kita semua, untuk tetap menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa serta berusaha sekuat tenaga dalam melanjutkan pengabdian terbaik seta melakukan dan meneruskan berbagai pembanguan di segala bidang demi kepentingan masyarakat, Bangsa dan Negara.

Dengan demikian mari kita wujudkan kemandirian Bangsa Indonesia secara bersama – sama, yang mana apabila kita selalu bergandengan tangan, bahu membahu serta terus menjaga persatuan dan kesatuan demi tetap berkibarnya Sang Dwi Warna Merah Putih maupun tetap tegaknya Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai bersama.

” Kita tau dan ingat bahwa para Pemuda & Pemudi Serta para Pejuang Kesuma Bangsa pernah Bersumpah untuk melanjutkan Perjuangan dalam rangka membela Bangsa Indonesia. Artinya, Kau, Aku Dan Kita Semua Mari Satukan Tekad Untuk Bersatu dan terus berkarya, bekerja dan berbuat yang terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan terus berusaha sekuat tenaga dalam membangun Indonesia di Segala bidang yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru Nusantara.

Selanjutnya dari perjalanan sejarah yang pernah di alami oleh segenap komponen bangsa Indonesia hingga sampai kepada terciptanya Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sampai saat ini Seluruh pemangku jabatan beserta instrumennya dan segenap lapisan masyarakat telah mampu berdiri tegak di bawah kaki sendiri dalam mempersembahkan program dan karya karya terbaik yang telah dirasakan manfaatnya oleh segenap elemen masyarakat di seluruh Tanah Air Indonesia.

Perlu kita ketahui bersama ada beberapa nasehat yang pernah di sampaikan oleh Presiden Ke – 6 Negara Kesatuan Republik Indonesia Jenderal TNI ( Purn ) ( HOR ) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Dimana Selama menjabat sebagai Presiden Ke-6 Republik Indonesia (2004–2014), Presiden Jenderal TNI ( Purn ) ( HOR ) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kerap menyampaikan berbagai amanat dan pesan penting kepada generasi muda setiap memperingati Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober di antaranya adalah:

1. Mari Kita selalu Menjaga Semangat Persatuan & Kesatuan serta dan Kerukunan, Artinya, Jenderal TNI ( Purn ) ( HOR ) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono selalu mengingatkan bahwa kemajuan Indonesia adalah hasil dari persatuan dan kerja keras seluruh elemen rakyat, bukan hanya pemerintah. Yang Pemuda diminta untuk terus merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

2. Membangun Jiwa yang Santun, Cerdas, dan Berprestasi, Dimana pada peringatan Sumpah Pemuda ke-85 tahun 2013, tema yang diangkat adalah “Dengan Sumpah Pemuda, Kita Wujudkan Pemuda Yang Santun, Cerdas, Inspiratif, Dan Berprestasi”. Jenderal TNI ( Purn ) ( HOR ) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpesan agar pemuda Indonesia mempertahankan nilai kesantunan Moral & Etika di era globalisasi, sekaligus mengasah kecerdasan untuk mengukir prestasi demi mengharumkan nama Keluarga, Masyarakat, Daerah, Bangsa & Negara.

3. Memiliki Semangat Juang dan Tekad Kuat, Artinya, Melalui berbagai amanatnya, beliau mendorong pemuda agar memiliki idealisme, semangat, serta tekad yang kuat untuk berjuang membangun bangsa demi masa depan yang lebih baik dan maju di segala bidang.

4. Meningkatkan Kecintaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dimana Jenderal TNI ( Purn ) ( HOR ) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap momen Sumpah Pemuda dijadikan motivasi bagi anak muda untuk melakukan berbagai kegiatan positif yang berlandaskan rasa cinta yang mendalam terhadap tanah air Indonesia.

Intisari dari arahan Presiden Ke – 6 Negara Kesatuan Republik Indonesia Jenderal TNI ( Purn ) ( HOR ) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, selama memimpin adalah bagaimana kita dapat menjadikan nilai-nilai historis Sumpah Pemuda tahun 1928 sebagai pemicu (starter) bagi generasi muda modern agar aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional, menjaga persatuan & kesatuan serta perbedaan Suku & Bahasa serta dapat mempertahankan Kedaulatan serta Nama Baik Bangsa indonesia serta jati diri Bangsa sebagai Negara yang berdaulat, baik di dalam Negeri maupun di Dunia Internasional.

Di sisi lain yang perlu kita garis bawahi adalah para pemimpin Bangsa Di Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak Presiden Pertama Ir. H. Soekarno hingga Presiden Ke – 8 Jenderal TNI ( Pun ) ( HOR ) Prabowo Subianto pada masanya tetap memberikan perhatian khusus kepada masyarakat luas serta segenap pemuda & pemudi Indonesia dengan menyelenggarakan berbagai Event atau kegiatan & Program – Program terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan segenap lapisan masyarakat serta bertujuan untuk membangkitkan semangat Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sekilas tentang narasi Persatuan & Kesatuan serta dalam melaksanakan suatu pekerjaan maupun program dan kegiatan untuk membangun bangsa & negara, ada baiknya kita lihat dan dengarkan sebuah Lagu yang berjudul “Rambate Rata Hayo” yang merupakan ciptaan Haji Rhoma Irama yang dirilis pada tahun 1975. Lagu ini dinyanyikan secara duet oleh H Rhoma Irama bersama Rita Sugiarto. Yang mana lagu ini memiliki makna dan filosofi serta Arti berupa ajakan untuk bekerja sama, bergotong-royong, dan bersatu padu agar pekerjaan yang berat terasa ringan dan tujuan bersama bisa tercapai dengan baik, efisien dan semaksimal mungkin.Adapun liriknya adalah sebagai berikut :

1. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, Begitu harusnya kita bekerja.

2. Dengan bekerja sama, yang susah jadi mudah, Begitu harusnya kita bekerja.

3. Rambate rata hayo, rambate rata hayo, Mari kita bersatu kalau memang mau maju.

4. Rambate rata hayo, rambate rata hayo, Singsingkan lengan baju demi tujuan yang satu.

5. Hidup di dunia tidaklah sendirian, Kita pasti membutuhkan teman Untuk saling mengisi, untuk saling memberi.

6. Janganlah merasa diri paling utama, Di antara sesama manusia, Karena tanpa mereka kau bukan apa-apa.

Artinya, dengan kita selalu bekerjasama dalam setiap melakukan pekerjaan, kegiatan dan program apapun juga. Insya Allah semua akan terwujud dengan sebaiknya – baiknya serta akan mampu menciptakan masyarakat Indonesia Yang Berdaulat, Adil, Makmur dan Sejahtera.

Oleh karenanya, pencapaian kegiatan & program yang kita lakukan hendaknya harus dilakukan dengan penuh keberanian, ketulusan dan keikhlasan serta yang paling utama adalah ungkapan dan rasa Syukur yang harus selalu kita Sampaikan Kepada Sang Pencipta Langit & Bumi serta Alam Semesta Yaitu Allah Subhanahu Wata’ala. Karena apabila kita selalu bersyukur Atas nikmat yang Allah Subhanahu Wata’ala berikan, maka akan ditambah, namun apabila kita ingkar sesungguhnya Azab Allah Subhanahu Wata’ala sangat Berat.

Hal tersebut telah diingatkan Oleh Allah Subhanahu Wata’ala dalam Firmannya di dalam Kitab Suci Alqur’an Surah Ibrahim Ayat 7 yang berbunyi ;

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ۝٧wa idz ta’adzdzana rabbukum la’in syakartum la’azîdannakum wa la’ing kafartum inna ‘adzâbî lasyadîd

(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Akhirnya marilah selalu berdoa Semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memberikan, kesehatan, kekuatan, keberkahan, perlindungan dan kelancaran kepada kita semua dalam melanjutkan pengabdian terbaik kepada keluarga, masyarakat, satuan, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai bersama.(Lia Hambali)

Sumber: Pendim 0210/TU

Berita Terkait

Buntut Skandal BBM Subsidi. SPPG Bukit Malintang Resmi Dilaporkan Warga ke BGN Pusat dan Satgas MBG
Polsek Munte Imbau Warga Cegah Karhutla dan Laksanakan Pendataan Perlinsos di Desa Barung Kersap
Polsek Tiganderket Gelar Patroli Dialogis di Pasar Tradisional, Sampaikan Imbauan Kamtibmas dan Antisipasi Karhutla
Bupati Deli Serdang Siapkan KUR dengan Bunga Ditanggung Pemerintah
Bawaslu Gelar Sosialisasi Penguatan Pengawasan Partisipatif di Karo, Hadirkan Anggota DPR RI Bob Andika Mamana Sitepu
Gerak Cepat Warga dan Polsek Panei Tongah, Pelaku Pencurian Sepeda Motor Diringkus di Tengah Malam
Satlantas Polres Metro Jakut Gencarkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas dalam Ops Patuh Jaya 2026
Polres Metro Jakarta Utara Perkuat Mental dan Kepedulian Sosial Gelar Pengajian dan Santunan Anak Yatim

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Buntut Skandal BBM Subsidi. SPPG Bukit Malintang Resmi Dilaporkan Warga ke BGN Pusat dan Satgas MBG

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Polsek Munte Imbau Warga Cegah Karhutla dan Laksanakan Pendataan Perlinsos di Desa Barung Kersap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Polsek Tiganderket Gelar Patroli Dialogis di Pasar Tradisional, Sampaikan Imbauan Kamtibmas dan Antisipasi Karhutla

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Bupati Deli Serdang Siapkan KUR dengan Bunga Ditanggung Pemerintah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Bawaslu Gelar Sosialisasi Penguatan Pengawasan Partisipatif di Karo, Hadirkan Anggota DPR RI Bob Andika Mamana Sitepu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Satlantas Polres Metro Jakut Gencarkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas dalam Ops Patuh Jaya 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Polres Metro Jakarta Utara Perkuat Mental dan Kepedulian Sosial Gelar Pengajian dan Santunan Anak Yatim

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan dan 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla

Berita Terbaru