ACEH TENGGARA, AGARANEWS – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kaliber melalui Joel Kenedi menyoroti kondisi masyarakat terdampak banjir di Desa Kuning dan wilayah sekitarnya, Kabupaten Aceh Tenggara. Ia menilai pemerintah daerah belum hadir secara maksimal dalam memberikan pelayanan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana banjir.
Menurut Joel Kenedi, sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat harus menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama fasilitas pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, ketersediaan air bersih, serta kendaraan operasional untuk membantu mobilitas siswa yang tetap harus bersekolah di tengah kondisi banjir.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa banjir telah menghambat aktivitas dan mata pencaharian masyarakat. Banyak warga tidak dapat bekerja seperti biasanya sehingga berdampak langsung terhadap kemampuan mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, menurutnya, bantuan bahan pangan maupun penyediaan dapur umum sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan akibat dampak banjir tersebut.
“Jangan sampai masyarakat yang sedang tertimpa musibah banjir harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhan dasarnya. Pemerintah daerah diharapkan hadir memberikan perhatian dan bantuan nyata kepada masyarakat terdampak,” ungkap Joel Kenedi saat ditemui Agaranews, Jumat (30/10/2026).
Lebih lanjut, Joel Kenedi berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara memberikan perhatian khusus terhadap kondisi warga Desa Kuning dan wilayah sekitarnya, dengan memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi selama bencana berlangsung.
Tidak hanya penanganan darurat, ia juga menilai pemerintah daerah perlu memberikan perhatian serius terhadap aspek mitigasi bencana. Langkah-langkah pencegahan dan pengurangan risiko banjir dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang dan masyarakat tidak selalu menjadi pihak yang menanggung dampak paling besar.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, baik melalui penanganan kebutuhan masyarakat saat banjir maupun penyusunan strategi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana di wilayah tersebut[]






















