ACEH TIMUR – agaranews.com// Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Aceh Timur, dinamika konsolidasi internal partai berlambang pohon beringin tersebut mulai menghangat. Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Ilham Pangestu, melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor DPD II Partai Golkar Aceh Timur, Sabtu (24/10/2026).
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang mempererat hubungan antarkader, tetapi juga membawa pesan dukungan terhadap suksesnya agenda Musda XI yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/10/2026).
Kehadiran Ilham Pangestu disambut hangat jajaran pengurus DPD II Partai Golkar Aceh Timur. Turut hadir sejumlah anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi Golkar, yakni Dekda, Dedi Syahputra, dan Salman. Hadir pula mantan anggota DPRK Aceh Timur, H. Syamsul Bahri, yang akrab disapa Pak Syam, serta Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Abd Hadi Abidin, SH, atau yang dikenal dengan sapaan Adi Maros.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, suasana kekeluargaan dan komunikasi politik antarkader mewarnai silaturahmi menjelang pelaksanaan forum pengambilan keputusan tertinggi partai di tingkat kabupaten tersebut.
Saat diwawancarai media ini, Ilham Pangestu mengatakan, kunjungannya bertujuan mempererat silaturahmi dengan jajaran pengurus DPD II sekaligus memberikan dukungan agar pelaksanaan Musda XI berjalan sukses.
“Kunjungan kita bersilaturahmi dengan DPD II Partai Golkar Aceh Timur dan juga mendukung Musda. Sejauh ini sudah 95 persen kesiapan menuju Musda,” ujar Ilham Pangestu.
Ia berharap seluruh tahapan Musda dapat berlangsung tertib, lancar, dan mengedepankan semangat kebersamaan. Menurutnya, Musda bukan hanya agenda pergantian kepemimpinan, melainkan juga momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta menentukan arah perjuangan Partai Golkar ke depan di Aceh Timur.
Diskresi DPP, Ilham Pangestu Masuk Bursa Kandidat Ketua
Di tengah persiapan Musda XI, nama H. Ilham Pangestu turut menjadi perhatian setelah memperoleh diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk menjadi salah satu kandidat calon Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Timur.
Ilham disebut sebagai salah satu dari empat figur di Aceh yang mendapatkan diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Kebijakan tersebut diberikan kepada kandidat yang belum memenuhi salah satu persyaratan administratif pencalonan.
Namun, diskresi tersebut bukan berarti penetapan otomatis sebagai ketua. Surat diskresi berfungsi sebagai izin bagi kandidat untuk mengikuti kontestasi Musda, sementara proses pemilihan tetap harus mengikuti mekanisme organisasi dan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.
Dengan demikian, kandidat yang memperoleh diskresi tetap harus mengikuti seluruh tahapan Musda serta memperoleh dukungan suara dari pemilik hak suara sesuai mekanisme yang berlaku di internal partai.
Pelaksanaan Musda XI DPD II Partai Golkar Aceh Timur pun dipandang menjadi momentum penting bagi seluruh kader untuk menentukan figur kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas, memperkuat konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa, serta membawa Partai Golkar semakin dekat dengan masyarakat.
Kini, perhatian kader tertuju pada pelaksanaan Musda XI. Selain menentukan nakhoda baru partai untuk periode mendatang, forum tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan kembali barisan Golkar di Kabupaten Aceh Timur. Rahmat

























