ACEH TIMUR – Agaranews.com/ Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Ilham Pangestu, resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Aceh Timur periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Aceh Timur yang berlangsung di The Hotel Royal, Idi Rayeuk, Senin (26/10/2026).
Terpilihnya Ilham Pangestu menjadi salah satu keputusan penting dalam forum Musda XI yang dihadiri jajaran kader dan pemilik hak suara Partai Golkar. Seluruh pimpinan kecamatan (PK) serta pemilik suara disebut menyatakan dukungan secara bulat sehingga proses pemilihan berlangsung melalui mekanisme aklamasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan tersebut sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru di tubuh Partai Golkar Aceh Timur untuk lima tahun ke depan.
Musda XI tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat barisan partai hingga tingkat kecamatan dan desa.
Dengan terpilihnya Ilham Pangestu, perhatian kader kini tertuju pada langkah-langkah konsolidasi yang akan dilakukan dalam membangun kepengurusan baru serta merumuskan program kerja partai untuk periode 2026-2031.
Dalam forum yang berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh semangat kekeluargaan tersebut, para kader berharap kepemimpinan baru dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat soliditas internal, menjaga komunikasi antarkader, serta meningkatkan peran partai dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Sebagai anggota DPR RI, Ilham Pangestu juga memiliki aktivitas politik di tingkat nasional. Terpilihnya dia sebagai Ketua DPD II Golkar Aceh Timur menempatkannya pada dua tanggung jawab organisasi dan politik, yakni menjalankan tugas sebagai wakil rakyat sekaligus memimpin konsolidasi partai di daerah.
Segera Susun Kepengurusan Baru
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Ilham Pangestu dijadwalkan segera menyusun struktur kepengurusan baru DPD II Partai Golkar Aceh Timur periode 2026-2031.
Kepengurusan tersebut nantinya diharapkan melibatkan kader-kader potensial dari berbagai kecamatan dengan memperhatikan kebutuhan organisasi dan keterwakilan kader di daerah.
Penyusunan struktur kepengurusan menjadi tahapan penting setelah Musda, mengingat jajaran pengurus baru akan bertanggung jawab menjalankan roda organisasi, memperkuat konsolidasi, serta menyiapkan program-program partai selama lima tahun mendatang.
Dengan berakhirnya Musda XI, Partai Golkar Aceh Timur memasuki babak kepemimpinan baru. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan hasil Musda menjadi kerja organisasi yang terukur, menjaga kekompakan kader, dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Musda XI tersebut menjadi awal perjalanan Ilham Pangestu dalam memimpin DPD II Partai Golkar Aceh Timur hingga 2031 mendatang.
(Rahmad)

























