ACEH TENGGARA –Agaranews.com// Kesabaran masyarakat Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, menghadapi ancaman banjir tampaknya semakin menipis. Di tengah musim hujan yang kembali mengancam, kaum emak-emak setempat meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Bupati Aceh Tenggara agar segera mengambil langkah konkret membongkar jembatan yang berada di desa mereka.
Permintaan itu bukan tanpa alasan. Warga mengaku banjir terus menghantui kehidupan mereka. Bahkan, hujan dengan intensitas ringan sekalipun disebut sudah cukup membuat air meluap dan menggenangi kawasan permukiman.
Bagi masyarakat Kuning I, hujan yang seharusnya menjadi berkah kini justru menghadirkan kecemasan. Setiap awan mendung datang, warga mulai dihantui kekhawatiran akan datangnya banjir bandang atau air bah yang turun dari kawasan pegunungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah emak-emak mengungkapkan, kondisi tersebut telah berlangsung berbulan-bulan. Mereka mengaku tidak lagi bisa tidur dengan tenang karena selalu dibayangi kemungkinan air bah datang secara tiba-tiba.
“Jangankan hujan lebat, hujan sedikit saja sudah banjir. Kami sudah berbulan-bulan tidak bisa tidur nyenyak. Setiap hujan turun, hati kami selalu was-was. Kami takut air bah kembali datang dan masuk ke rumah,” ungkap salah seorang emak-emak Desa Kuning I.
Mereka berharap pemerintah tidak hanya datang ketika banjir sudah terjadi, kemudian melakukan penanganan darurat. Menurut warga, persoalan yang selama ini menjadi kekhawatiran mereka harus ditangani dari sumber persoalannya.
Karena itu, masyarakat secara khusus meminta agar keberadaan jembatan di Desa Kuning I segera dievaluasi dan, apabila hasil kajian teknis menyatakan perlu, dibongkar serta dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih sesuai dengan kondisi aliran sungai.
Warga berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari solusi penanganan banjir yang selama ini mengancam keselamatan, kenyamanan, dan aktivitas kehidupan mereka.
Jamal B: Jangan Tunggu Korban dan Kerugian Lebih Besar
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Sekretaris Garuda Sakti Aliansi Indonesia, Jamal B, meminta pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara agar tidak mengabaikan keresahan warga Desa Kuning I.
Ia menilai, aspirasi emak-emak tersebut harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan masyarakat yang setiap saat berhadapan dengan ancaman banjir.
“Permintaan masyarakat ini harus didengar dan ditindaklanjuti. Pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, bersama Bupati Aceh Tenggara harus segera turun tangan mencari solusi. Jangan sampai masyarakat terus hidup dalam ketakutan setiap kali hujan turun,” kata Jamal B.
Menurutnya, persoalan jembatan tersebut perlu segera ditinjau secara menyeluruh oleh instansi teknis terkait. Pemerintah harus memastikan apakah keberadaan jembatan, kondisi konstruksi, maupun kapasitas aliran sungai menjadi salah satu faktor yang memperparah luapan air.
Jika hasil pemeriksaan teknis menunjukkan bahwa jembatan harus dibongkar, Jamal meminta proses pembongkaran dan pembangunan kembali tidak berlarut-larut.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan menunggu sampai terjadi korban jiwa atau kerugian yang lebih besar baru pemerintah bergerak. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Jamal juga berharap pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, serta instansi terkait untuk melakukan kajian teknis terhadap kondisi sungai dan jembatan di Desa Kuning I.
Menurut dia, penanganan banjir tidak cukup hanya dengan membersihkan material yang terbawa arus atau melakukan normalisasi sungai secara sementara. Diperlukan penanganan menyeluruh berdasarkan kajian hidrologi dan kondisi aliran sungai, termasuk evaluasi kapasitas jembatan.
Warga Ingin Tidur Tenang, Bukan Terus Dihantui Banjir
Di balik permintaan pembongkaran jembatan tersebut, tersimpan harapan sederhana masyarakat Desa Kuning I: ingin hidup normal tanpa dihantui rasa takut setiap kali hujan turun.
Para ibu rumah tangga menginginkan anak-anak mereka dapat tidur dengan nyaman, sementara keluarga tidak lagi harus berjaga sepanjang malam untuk mengantisipasi kemungkinan air bah menerjang rumah.
Kini, masyarakat menunggu respons nyata dari pemerintah. Mereka berharap Presiden Prabowo Subianto dan Bupati Aceh Tenggara memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang mereka alami.
Bagi warga Desa Kuning I, persoalan ini bukan sekadar urusan sebuah jembatan. Ini menyangkut keselamatan keluarga, perlindungan tempat tinggal, dan kepastian bahwa mereka tidak harus terus-menerus hidup dalam kecemasan setiap musim hujan tiba.
Sebab, masyarakat tidak seharusnya dipaksa berdamai dengan banjir yang terus berulang, sementara solusi permanen masih dinantikan. Ady

























