Emak-emak Desa Kuning I Minta Prabowo dan Bupati Aceh Tenggara Segera Bongkar Jembatan, Ancaman Banjir Terus Menghantui Warga

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026 - 16:53 WIB

5042 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA –Agaranews.com//  Kesabaran masyarakat Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, menghadapi ancaman banjir tampaknya semakin menipis. Di tengah musim hujan yang kembali mengancam, kaum emak-emak setempat meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Bupati Aceh Tenggara agar segera mengambil langkah konkret membongkar jembatan yang berada di desa mereka.

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Warga mengaku banjir terus menghantui kehidupan mereka. Bahkan, hujan dengan intensitas ringan sekalipun disebut sudah cukup membuat air meluap dan menggenangi kawasan permukiman.

Bagi masyarakat Kuning I, hujan yang seharusnya menjadi berkah kini justru menghadirkan kecemasan. Setiap awan mendung datang, warga mulai dihantui kekhawatiran akan datangnya banjir bandang atau air bah yang turun dari kawasan pegunungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah emak-emak mengungkapkan, kondisi tersebut telah berlangsung berbulan-bulan. Mereka mengaku tidak lagi bisa tidur dengan tenang karena selalu dibayangi kemungkinan air bah datang secara tiba-tiba.

“Jangankan hujan lebat, hujan sedikit saja sudah banjir. Kami sudah berbulan-bulan tidak bisa tidur nyenyak. Setiap hujan turun, hati kami selalu was-was. Kami takut air bah kembali datang dan masuk ke rumah,” ungkap salah seorang emak-emak Desa Kuning I.

Mereka berharap pemerintah tidak hanya datang ketika banjir sudah terjadi, kemudian melakukan penanganan darurat. Menurut warga, persoalan yang selama ini menjadi kekhawatiran mereka harus ditangani dari sumber persoalannya.

Karena itu, masyarakat secara khusus meminta agar keberadaan jembatan di Desa Kuning I segera dievaluasi dan, apabila hasil kajian teknis menyatakan perlu, dibongkar serta dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih sesuai dengan kondisi aliran sungai.

Warga berharap langkah tersebut dapat menjadi bagian dari solusi penanganan banjir yang selama ini mengancam keselamatan, kenyamanan, dan aktivitas kehidupan mereka.

Jamal B: Jangan Tunggu Korban dan Kerugian Lebih Besar

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Sekretaris Garuda Sakti Aliansi Indonesia, Jamal B, meminta pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara agar tidak mengabaikan keresahan warga Desa Kuning I.

Ia menilai, aspirasi emak-emak tersebut harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan masyarakat yang setiap saat berhadapan dengan ancaman banjir.

“Permintaan masyarakat ini harus didengar dan ditindaklanjuti. Pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, bersama Bupati Aceh Tenggara harus segera turun tangan mencari solusi. Jangan sampai masyarakat terus hidup dalam ketakutan setiap kali hujan turun,” kata Jamal B.

Menurutnya, persoalan jembatan tersebut perlu segera ditinjau secara menyeluruh oleh instansi teknis terkait. Pemerintah harus memastikan apakah keberadaan jembatan, kondisi konstruksi, maupun kapasitas aliran sungai menjadi salah satu faktor yang memperparah luapan air.

Jika hasil pemeriksaan teknis menunjukkan bahwa jembatan harus dibongkar, Jamal meminta proses pembongkaran dan pembangunan kembali tidak berlarut-larut.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan menunggu sampai terjadi korban jiwa atau kerugian yang lebih besar baru pemerintah bergerak. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.

Jamal juga berharap pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, serta instansi terkait untuk melakukan kajian teknis terhadap kondisi sungai dan jembatan di Desa Kuning I.

Menurut dia, penanganan banjir tidak cukup hanya dengan membersihkan material yang terbawa arus atau melakukan normalisasi sungai secara sementara. Diperlukan penanganan menyeluruh berdasarkan kajian hidrologi dan kondisi aliran sungai, termasuk evaluasi kapasitas jembatan.

Warga Ingin Tidur Tenang, Bukan Terus Dihantui Banjir

Di balik permintaan pembongkaran jembatan tersebut, tersimpan harapan sederhana masyarakat Desa Kuning I: ingin hidup normal tanpa dihantui rasa takut setiap kali hujan turun.

Para ibu rumah tangga menginginkan anak-anak mereka dapat tidur dengan nyaman, sementara keluarga tidak lagi harus berjaga sepanjang malam untuk mengantisipasi kemungkinan air bah menerjang rumah.

Kini, masyarakat menunggu respons nyata dari pemerintah. Mereka berharap Presiden Prabowo Subianto dan Bupati Aceh Tenggara memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang mereka alami.

Bagi warga Desa Kuning I, persoalan ini bukan sekadar urusan sebuah jembatan. Ini menyangkut keselamatan keluarga, perlindungan tempat tinggal, dan kepastian bahwa mereka tidak harus terus-menerus hidup dalam kecemasan setiap musim hujan tiba.

Sebab, masyarakat tidak seharusnya dipaksa berdamai dengan banjir yang terus berulang, sementara solusi permanen masih dinantikan. Ady

Berita Terkait

7 Hari Digembleng Disiplin & Akhlak, 7 Siswa Binaan Koramil 03/Berastagi Resmi Diserahkan Kembali ke Orang Tua & Sekolah
HUT ke-75 Humas Polri, Kadivhumas Tegaskan Pentingnya Sinergi dengan Insan Pers dan Masyarakat
PT KAI Siapkan Penataan Kampung Bahari, Kapolda Metro Jaya Tekankan Solusi Hunian Warga
Kapolda Metro Jaya Tinjau Kampung Bahari, Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Narkoba
Jaga Keamanan, Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Patroli Rutin 
Lewat Polisi Peduli Pendidikan, Polda Papua Barat Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Kembangkan Potensi Diri
Ketua Umum MUI Apresiasi Respons Kapolri dalam Menindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Sukoharjo
Satlantas Polres Metro Jakarta Utara Gelar Kegiatan Preventif Ops Patuh Jaya 2026 : Ajak Pengguna Jalan Tertib Berlalu Lintas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:53 WIB

Emak-emak Desa Kuning I Minta Prabowo dan Bupati Aceh Tenggara Segera Bongkar Jembatan, Ancaman Banjir Terus Menghantui Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:52 WIB

7 Hari Digembleng Disiplin & Akhlak, 7 Siswa Binaan Koramil 03/Berastagi Resmi Diserahkan Kembali ke Orang Tua & Sekolah

Selasa, 3 November 2026 - 15:22 WIB

HUT ke-75 Humas Polri, Kadivhumas Tegaskan Pentingnya Sinergi dengan Insan Pers dan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

PT KAI Siapkan Penataan Kampung Bahari, Kapolda Metro Jaya Tekankan Solusi Hunian Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:15 WIB

Kapolda Metro Jaya Tinjau Kampung Bahari, Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Narkoba

Selasa, 3 November 2026 - 15:05 WIB

Lewat Polisi Peduli Pendidikan, Polda Papua Barat Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Kembangkan Potensi Diri

Selasa, 3 November 2026 - 15:02 WIB

Ketua Umum MUI Apresiasi Respons Kapolri dalam Menindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Sukoharjo

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Satlantas Polres Metro Jakarta Utara Gelar Kegiatan Preventif Ops Patuh Jaya 2026 : Ajak Pengguna Jalan Tertib Berlalu Lintas

Berita Terbaru