ACEH TENGGARA –Brekingnews,agaranews.com, online ,Saat sebagian warga masih terlelap dalam istirahat subuh, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tenggara, Ahmad Yani, SH., MM., justru sudah berada di lapangan. Dengan langkah cepat, ia memantau langsung kondisi tumpukan sampah di kawasan Pasar Pajak Pagi Kutacane, Senin (20/10/2025).
Pemandangan yang disaksikannya membuatnya tak tinggal diam. Sampah rumah tangga dan sisa aktivitas pasar tampak menumpuk di beberapa titik, bahkan sebelum jadwal pengangkutan pagi tiba. Melihat kondisi itu, Ahmad Yani segera memerintahkan tim kebersihan DLH untuk bergerak cepat menurunkan armada truk pengangkut sampah ke lokasi.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
> “Belum lagi jadwal angkut sore datang, subuh saja sudah berjubel lagi sampah di Pasar Pajak Pagi. Kita harus segera tangani agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap,” ujarnya saat berada di lokasi pemantauan.
Langkah sigap Kadis DLH ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan dukungan penuh terhadap instruksi Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, SE., MM., yang sebelumnya menekankan pentingnya menjaga kebersihan kota dan menata lingkungan agar tetap nyaman dan sehat bagi masyarakat.
Ahmad Yani juga menegaskan bahwa kebersihan bukan semata tugas petugas DLH, tetapi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan warga. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dalam mengelola sampah, dengan cara membuangnya di tempat yang telah disediakan dan memisahkan sampah organik serta anorganik sejak dari rumah.

> “Kami terus berupaya menjaga kebersihan kota, tapi semua itu akan lebih efektif jika masyarakat ikut berpartisipasi. Mari sama-sama kita wujudkan Aceh Tenggara yang bersih, indah, dan sehat,” tambahnya.
Kegiatan pemantauan di subuh hari ini menunjukkan komitmen kuat DLH Aceh Tenggara dalam menegakkan disiplin kerja dan pelayanan publik. Di bawah kepemimpinan Ahmad Yani, DLH terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah, termasuk penataan jadwal pengangkutan dan optimalisasi armada kebersihan di berbagai kecamatan.

Dengan langkah nyata seperti ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya kebersihan akan tumbuh, sehingga wajah Aceh Tenggara semakin tertata dan nyaman sebagai daerah wisata dan pusat perdagangan di kawasan “Bumi Sepakat Segenap”. Ady Gegoyong


































