Medan, AgaraNews.com // Bukan sekadar acara adat. Ini adalah sejarah yang terulang.
Gedung TP PKK Kota Medan menjadi saksi sakralnya prosesi Mburo Ate Tedeh, saat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, resmi ditabalkan menjadi bagian dari keluarga besar Karo.
Dalam prosesi yang penuh haru dan khidmat itu, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., resmi menjadi Orang Tua Adat dari Wali Kota Medan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Karo hadir bersama Ketua TP PKK Ny. Roswitha Antonius Ginting, didampingi Sekda Kab. Karo Dr. Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., M.M., Ketua DWP Kabupaten Karo Ny. Rehmilna Gelora Ginting, Kepala Disbudporapar Kab. Karo Juni Antomi Kemit, S.STP., M.Si., dan Kepala Bapenda Kab. Karo Petrus Ginting, S.Sos.
Rico Waas Kini Ginting Suka, Istri Jadi Sembiring Pelawi
Dalam Penambalan Marga tersebut, Rico Waas resmi menyandang marga Ginting Suka dengan bebere Tarigan Sibero.
Sementara sang istri, Airin Rico Waas, resmi ditabalkan menjadi Beru Sembiring Pelawi dengan bebere Karo Sekali Suka Piring.
Sejak saat itu, Rico Waas bukan lagi sekadar tamu di Tanah Karo. Ia adalah anak, saudara, dan keluarga.
“Ini Bukan Gelar, Ini Tanggung Jawab Besar”
Dengan suara bergetar, Wali Kota Medan menyampaikan pesan yang menyentuh seluruh hadirin.
“Ini bukan sekadar gelar yang diberikan, tetapi penghargaan luar biasa dengan tanggung jawab besar untuk merawat kesukuan dan kebangsaan,” ujar Rico.
Ucapan itu disambut tepuk tangan dan haru. Karena penabalan ini bukan soal nama, tapi soal amanah.
Ada Kisah Pahlawan di Baliknya
Yang membuat momentum ini semakin istimewa adalah latar sejarahnya.
Kakek Wali Kota Medan, Letnan Jacob Waas, adalah ajudan dari Pahlawan Nasional Letjen Djamin Gintings. Kedekatan emosional keluarga Waas dan Ginting Suka telah terjalin sejak puluhan tahun lalu.
Kini, ikatan itu diteguhkan kembali lewat adat. Dari kakek kepada cucu, dari sejarah kepada masa depan.
Mburo Ate Tedeh ini menjadi bukti bahwa Medan dan Karo tidak bisa dipisahkan. Satu darah persaudaraan, satu hati untuk membangun bangsa. (Lia Hambali)
Sumber : Diskominfo Karo

























