Dairi, AgaraNews. Com // Babinsa Koramil 04/Tigalingga, Kodim 0206/Dairi, Serma Imanuel Ginting, bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Lau Bagot Roi Sembiring, dan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sada Arih Pondasi Tarigan, turun langsung kelapangan guna melaksanakan pengecekan kondisi irigasi persawahan di Desa Lau Bagot, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (18/12) mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di area persawahan desa setempat.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk menilai kondisi saluran irigasi serta tanaman padi yang saat ini berusia 70 hari dan tersebar di lahan seluas 20 hektare. Hasil pengecekan menunjukkan kerusakan parah pada bendungan irigasi sepanjang 60 meter akibat banjir bandang Sungai Lau Belulus. Selain itu, saluran irigasi primer sepanjang 1.000 meter dalam kondisi kering dengan sepuluh titik retakan, sementara saluran irigasi tersier sepanjang 700 meter masih menggunakan tanggul penahan tanah yang tidak memadai.
“Petani saat ini mengandalkan sumber air dari sekitar areal persawahan, namun jumlahnya sangat terbatas dan tidak mencukupi untuk kebutuhan irigasi yang optimal,” ungkap Serma Imanuel Ginting. Dalam inspeksi lapangan, pihaknya juga menekankan pentingnya perbaikan segera untuk mencegah penurunan hasil panen.
Ketua Poktan Sada Arih, Pondasi Tarigan, menyampaikan harapan besar kepada pemerintah untuk mempercepat pembangunan bendungan irigasi sebagai kepala sumber air serta perbaikan saluran irigasi primer dan tersier. “Kami juga mengharapkan pendampingan dari pemerintah dan TNI AD dalam berbagai upaya mendukung sektor pertanian di Desa Lau Bagot,” ujarnya.
Danramil 04/Tigalingga, Kapten Arm L. Situmorang, secara terpisah mengimbau agar dinas terkait segera memberikan perhatian serius terhadap nasib para petani di Desa Lau Bagot. “Kerusakan irigasi yang terjadi dapat berdampak pada produktivitas pangan daerah. Kami berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas irigasi. Para petani adalah tulang punggung ketahanan pangan, dan mereka membutuhkan dukungan nyata untuk menjaga keberlanjutan usaha tani mereka,” tegasnya.( Lia Hambali)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
(Prajurit Pena)


































