Pakpak Bharat, AgaraNews.com // Suasana sederhana di Warung Ibu Hayati Boangmanalu, Desa Salak II, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, menjadi saksi kedekatan TNI dengan masyarakat. Pada Senin, 29 Desember 2025, Serda Julianto Manik, Babinsa Koramil 07/Salak, Kodim 0206/Dairi, menyapa dan berbincang hangat dengan warga binaannya. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari Komunikasi Sosial (Komsos) untuk memperkuat ikatan emosional antara aparat teritorial dan masyarakat.
Komsos dipandang sebagai sarana strategis dalam merangkul warga binaan demi memperkokoh kemanunggalan TNI–Rakyat. Melalui dialog santai dan penuh empati, Babinsa dapat menyerap aspirasi, memahami dinamika sosial, sekaligus menghadirkan rasa aman. Di warung rakyat yang menjadi ruang temu warga, pesan kebersamaan disampaikan tanpa sekat, menegaskan kehadiran TNI yang humanis dan membumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Serda Julianto Manik menegaskan bahwa Komsos adalah wujud nyata pengabdian Babinsa kepada masyarakat. Ia mengajak warga untuk lebih dekat dan tidak sungkan berinteraksi dengan Babinsa. “Ini adalah implementasi dari 8 Wajib TNI, khususnya poin ke-7, yakni tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya kepercayaan dan kedekatan sebagai fondasi keamanan wilayah.
Selain mempererat silaturahmi, Babinsa juga menghimbau warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu dan hasutan yang belum tentu kebenarannya. Ia mengingatkan bahaya penyebaran berita hoaks yang dapat memecah belah persatuan. Menurutnya, kewaspadaan informasi dan sikap bijak dalam bermedia menjadi kunci menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Di akhir perbincangan, Serda Julianto Manik mengajak warga untuk lebih aktif menjaga keamanan lingkungan melalui kegiatan Pos Kamling sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas. Terpisah, Danramil 07/Salak Kapten Inf A F Sagala menyampaikan apresiasi atas inisiatif Babinsa yang konsisten membangun komunikasi dengan warga. Ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan humanis merupakan ruh pembinaan teritorial demi terwujudnya wilayah yang aman, damai, dan kondusif.(Lia Hambali)
(Prajurit Pena)

































