Nias.Agaranews.com // Bangunan gedung serbaguna di kawasan wisata Pantai Somi, Kabupaten Nias, yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp 435 juta pada tahun anggaran 2024, diduga mangkrak. Kondisi bangunan tersebut kini menuai sorotan dari kalangan aktivis karena dinilai belum memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan tersebut belum difungsikan hingga awal tahun 2026. Sejumlah bagian tampak belum rampung, bahkan hanya menyisakan struktur tiang yang berdiri tanpa aktivitas lanjutan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas penggunaan anggaran daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktivis Anti Korupsi Kepulauan Nias, Harpendik Waruwu, menyampaikan kekecewaannya terhadap proyek tersebut. Menurutnya, anggaran yang telah digelontorkan tergolong besar, namun hasilnya belum dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar maupun pengunjung destinasi wisata Pantai Somi.
“Ini jelas patut dipertanyakan. Anggaran sudah dikeluarkan cukup besar, tetapi sampai saat ini bangunan belum bisa dimanfaatkan. Kondisi seperti ini berpotensi menjadi pemborosan anggaran,” ujar Harpendik saat diwawancarai, Jumat (2/1/2026).
Ia pun meminta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nias untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait penyebab belum difungsikannya gedung tersebut. Menurutnya, transparansi diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi dan kecurigaan di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nias, Fanolo Laoli saat diwawancarai belum bisa memberikan penjelasan karena dirinya buru buru mengikuti rapat. (Dika)

































