Kutacane ,agaranews.com// — Pemerintahan Kabupaten Aceh Tenggara yang dipimpin Bupati H.M. Salim Fakhry, SE., MM., menghadiri Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, sebuah momentum bersejarah bagi institusi yang memegang peran strategis dalam menjaga kebebasan beragama dan merawat kebinekaan di Indonesia.
Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 ini menjadi tonggak refleksi delapan dekade perjalanan Kementerian Agama RI dalam mengawal kehidupan beragama yang rukun, moderat, dan berkeadilan di tengah dinamika sosial serta tantangan global yang semakin kompleks.
Bupati Aceh Tenggara H.M. Salim Fakhry menilai peringatan HAB bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang evaluasi strategis terhadap kontribusi Kementerian Agama dalam memperkuat persatuan bangsa dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keagamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kementerian Agama memiliki peran vital dalam menjaga harmoni sosial dan kebebasan beragama. Di usia 80 tahun ini, Kemenag diharapkan semakin adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati.
Di bawah kepemimpinan Menteri Agama Republik Indonesia, peringatan Hari Amal Bakti ke-80 diarahkan sebagai etalase transformasi birokrasi, dengan penekanan pada pelayanan publik yang inklusif, digital, serta berwawasan lingkungan. Transformasi ini sejalan dengan agenda nasional dalam menyongsong Visi Indonesia Emas 2045.
Publik menaruh harapan besar agar Kementerian Agama terus menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi, memperkuat moderasi beragama, serta memastikan kehidupan beragama yang damai dan bermartabat bagi seluruh warga negara.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama dalam mendukung program-program keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan demi terwujudnya masyarakat Aceh Tenggara yang religius, harmonis, dan berdaya saing. Ady Gegoyong

































