Kutacane, agaranews.com// Di tengah upaya masyarakat Aceh Tenggara bangkit dari dampak bencana alam yang melumpuhkan berbagai infrastruktur vital, secercah harapan kembali menyala. Perwakilan PT Hutama Karya (Persero), didampingi Mat Budiman, S.Pd.I, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Agara, turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti upaya perbaikan dan pemulihan layanan air bersih di Kabupaten Aceh Tenggara.
Langkah ini menjadi bagian penting dari tindak lanjut program tanggap darurat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pascabencana, yang sebelumnya menyebabkan terganggunya distribusi air bersih bagi ribuan warga di wilayah Tanoh Alas.
Turunnya langsung perwakilan PT Hutama Karya bersama jajaran PDAM Tirta Agara bukan sekadar agenda teknis, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk mengembalikan salah satu kebutuhan paling mendasar masyarakat: air bersih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Air bersih, bagi warga Aceh Tenggara, bukan hanya soal mengalirnya air di kran rumah. Ia menyentuh banyak sisi kehidupan — mulai dari kesehatan keluarga, aktivitas ibadah, kebutuhan anak-anak, hingga keberlangsungan ekonomi rumah tangga. Ketika layanan PDAM terganggu, beban masyarakat pun semakin berat.
Plt Direktur PDAM Tirta Agara, Mat Budiman, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan lapangan ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam menyusun perencanaan perbaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kami menyadari betul betapa beratnya kondisi yang dirasakan masyarakat akibat terganggunya layanan air bersih. Insya Allah, dengan dukungan PT Hutama Karya dan pemerintah, ini menjadi awal dari proses pemulihan PDAM Tirta Agara,” ujar Mat Budiman.
Ia menjelaskan bahwa tim akan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi jaringan pipa, sumber air baku, serta fasilitas pendukung lainnya yang mengalami kerusakan. Hasil peninjauan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan desain teknis, penentuan skala prioritas, hingga estimasi waktu pelaksanaan perbaikan.
Sementara itu, keterlibatan PT Hutama Karya (Persero) sebagai BUMN yang berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur diharapkan mampu mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi PDAM Tirta Agara, sehingga pelayanan air bersih dapat kembali normal dan bahkan lebih baik dari sebelumnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyambut baik langkah ini dan terus mendorong sinergi lintas sektor agar pemulihan infrastruktur dasar dapat dilakukan secara terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat Aceh Tenggara, kehadiran tim di lapangan membawa harapan baru. Harapan agar air bersih kembali mengalir tanpa harus menunggu lama, harapan agar kehidupan sehari-hari dapat kembali berjalan normal, serta harapan agar daerah ini bangkit lebih kuat pascabencana.
Pemerintah daerah dan PDAM Tirta Agara juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan, agar proses perbaikan dan pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
“Dengan kebersamaan, doa, dan dukungan masyarakat, kami optimistis PDAM Tirta Agara dapat segera pulih dan kembali melayani masyarakat secara optimal,” tutup Mat Budiman.
Sinergi antara PT Hutama Karya (Persero), PDAM Tirta Agara, dan pemerintah daerah diharapkan menjadi langkah nyata menghadirkan kembali air bersih sebagai sumber kehidupan, sekaligus simbol kebangkitan Aceh Tenggara menuju masa depan yang lebih baik. Ady Gegoyong

































