Tanah Karo, Agaranews. Com // Penunjukan Kapolres Kabupaten Karo yang merupakan putra daerah asli Karo menjadi sorotan sekaligus harapan besar masyarakat dalam upaya serius memberantas praktik perjudian dan peredaran narkoba yang telah lama menggerogoti sendi sosial Tanah Karo.
Founder Bumi Turang Institute, Fauzan Hariansyah Bangun, yang juga Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Badko HMI Sumatera Utara periode 2022–2024, menegaskan bahwa kehadiran Kapolres Karo saat ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan ujian nyata keberpihakan negara kepada rakyat.
“Sebagai putra daerah, Kapolres Karo tentu memahami betul bagaimana dampak judi dan narkoba terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan masa depan generasi muda Karo. Oleh karena itu, masyarakat menaruh harapan besar sekaligus tuntutan moral agar penegakan hukum dilakukan secara tegas, adil, dan tanpa pandang bulu,” tegas Fauzan.
Fauzan menilai, selama ini persoalan judi dan narkoba kerap dipersepsikan masyarakat sebagai kejahatan yang sulit disentuh secara menyeluruh. Kondisi tersebut, menurutnya, hanya dapat dipatahkan melalui kepemimpinan aparat penegak hukum yang berani, konsisten, dan berintegritas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harapan publik jelas: tidak boleh ada kompromi, tidak boleh ada tebang pilih. Kapolres Karo harus berdiri di garda terdepan dan membuktikan bahwa hukum benar-benar menjadi alat perlindungan masyarakat, bukan sekadar simbol,” ujarnya.
Pemuda dan mahasiswa Kabupaten Karo menaruh harapan besar sekaligus tekanan moral kepada Kapolres Karo yang baru, AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., untuk menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat dalam memberantas praktik perjudian dan peredaran narkoba yang semakin meresahkan.
Fauzan menegaskan bahwa status Kapolres Karo sebagai putra daerah tidak boleh berhenti pada simbol, melainkan harus dibuktikan dengan tindakan tegas di lapangan.
“Putra daerah berarti memahami luka daerahnya sendiri. Judi dan narkoba telah merusak banyak keluarga, menghancurkan generasi muda, dan menciptakan ketakutan sosial. Karena itu, Kapolres Karo tidak boleh ragu, apalagi kompromi,” tegas Fauzan.
Menurut Fauzan, selama ini masyarakat kerap mempertanyakan keseriusan negara dalam menyentuh jaringan besar judi dan narkoba. Penunjukan AKBP Pebriandi Haloho menjadi momentum krusial untuk memutus persepsi publik tersebut.
“Pemuda dan mahasiswa menunggu langkah konkret, bukan sekadar slogan. Kami ingin melihat penindakan yang menyentuh aktor utama, bukan hanya pelaku kecil di lapangan,” ujarnya.
Fauzan juga menegaskan dan mengingatkan bahwa pemberantasan judi dan narkoba merupakan amanat langsung Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menempatkan penegakan hukum dan perlindungan generasi bangsa sebagai prioritas nasional. Hal tersebut juga sejalan dengan instruksi tegas Kapolda Sumatera Utara agar tidak ada ruang toleransi bagi narkoba dan perjudian.
“Ini adalah perintah negara dan tuntutan rakyat. Kapolres Karo diuji publik: apakah mampu berdiri tegak melawan kejahatan terorganisir, atau justru membiarkan praktik lama terus berlangsung,” kata Fauzan.
Bumi Turang Institute, bersama elemen pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Karo, menyatakan siap mendukung langkah Polres Karo secara konstruktif sekaligus melakukan kontrol sosial sebagai bentuk partisipasi publik.
“Kami siap mendukung, tetapi juga akan mengawal secara kritis. Harapan masyarakat Karo jelas: Tanah Karo harus bersih dari judi dan narkoba. Kepemimpinan AKBP Pebriandi Haloho adalah harapan baru itu,” pungkas Fauzan.
Bumi Turang Institute bersama elemen pemuda dan mahasiswa menyatakan siap mendukung langkah Polres Karo, namun juga menegaskan akan melakukan kontrol sosial secara terbuka dan berkelanjutan.
“Kami bukan oposisi, tetapi penjaga nurani publik. Jika penegakan hukum tegas dan adil, kami akan berdiri di barisan terdepan mendukung. Namun jika ada pembiaran, pemuda dan mahasiswa tidak akan diam,” pungkas Fauzan.
Statement ini menjadi penegasan bahwa kepemimpinan AKBP Pebriandi Haloho di Polres Karo berada dalam pengawasan publik, dengan satu tuntutan utama: Tanah Karo harus bersih dari judi dan narkoba, tanpa kompromi.( Rajab Tarigan)

































