Bengkulu, AgaraNews.com // Puluhan kendaraan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) menggelar aksi protes dengan membongkar muatan sampah di depan Kantor Wali Kota Bengkulu, Selasa (27/1). Aksi ini dipicu terganggunya pengelolaan sampah akibat krisis bahan bakar minyak (BBM) dan buruknya akses di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul.
BENGKULU- Aksi pembongkaran sampah tersebut menjadi bentuk kekecewaan para sopir dan pekerja kebersihan terhadap kondisi operasional pengelolaan sampah yang dinilai semakin tidak terkendali. Sulitnya pasokan BBM disebut membuat ekskavator dan alat berat di TPA Air Sebakul tidak dapat beroperasi secara optimal.
Selain persoalan BBM, kondisi jalan menuju lubang pembuangan di kawasan TPA Air Sebakul juga dikeluhkan. Akses jalan yang rusak parah menyulitkan armada pengangkut sampah keluar masuk lokasi, sehingga memperlambat proses pembuangan dan pengolahan sampah.
Dampak dari persoalan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Sampah dilaporkan menumpuk di sejumlah titik di Kota Bengkulu dan mengganggu pelayanan kebersihan lingkungan.
Melalui aksi ini, para sopir dan pekerja kebersihan berharap Pemerintah Kota Bengkulu segera mengambil langkah konkret, baik dalam menjamin ketersediaan BBM maupun memperbaiki akses jalan menuju TPA. Hingga berita ini diturunkan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bengkulu belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan dan aksi protes tersebut. (Hasan/Lia Hambali)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT


































