Herdensi Investigasi Laporan Warga Deli Serdang Niat Berobat UHC Dipatok RP 600. 000

LIA HAMBALI

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 20:42 WIB

50104 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Deli Serdang, AgaraNews.com // Dugaan pungutan liar (pungli) pengurusan administrasi kependudukan kembali mencuat di Kabupaten Deli Serdang. Kali ini, keluhan datang dari warga Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang mengaku dimintai biaya hingga Rp600 ribu untuk pengurusan dokumen kependudukan.

Kasus ini langsung mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumatera Utara, yang bergerak cepat dengan memerintahkan Ombudsman RI Perwakilan Sumut melakukan investigasi, Senin (2/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan warga mencuat lantaran dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) menjadi syarat utama untuk mengakses layanan kesehatan gratis melalui Program Universal Health Coverage (UHC) yang digagas Pemprov Sumut. Namun niat berobat justru kandas di meja administrasi desa.

Identitas kependudukan itu gratis. Tidak boleh ada pungutan, baik untuk KTP, KK, maupun Akta Kelahiran. Kami berharap seluruh kepala desa, khususnya di Kabupaten Deli Serdang, mematuhi aturan ini,” tegas Herdensi, menanggapi laporan warga.

Ia juga meminta masyarakat tidak takut melapor apabila menemukan adanya pungutan yang diminta oleh kepala desa maupun aparatur desa lainnya.

“Hari ini kami sudah menerima laporan dari korban. Administrasi dipersulit, padahal tujuannya untuk berobat. Adiknya sedang sakit, mengalami pembengkakan di leher dan membutuhkan pemeriksaan cepat dari dokter. Laporannya sudah kami terima dan akan segera kami koordinasikan dengan pihak kabupaten,” tambahnya.Kepada jurnalis, warga mengungkapkan kekecewaan mendalam. Mereka menggambarkan kondisi pelayanan yang dirasakan bak pepatah pahit :

“Kalau ada uang, abangku sayang. Tidak ada uang, abangku tendang,” ujar seorang warga dengan nada getir.

Ani, salah satu warga Desa Cinta Rakyat, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan pengalamannya.

“Keinginan kami untuk berobat gratis untuk adik saya kandas karena tidak punya administrasi. Tapi setelah ke kantor desa, kami disuruh menelan pil pahit. Katanya, kalau Rp600 ribu pasti selesai,” ucap Ani dengan mata berkaca-kaca.
Ia berharap Gubernur Sumatera Utara benar-benar berpihak pada masyarakat kecil.

“Kami mohon janganlah kami masyarakat kecil ini dipersulit. Katanya kalau ada duit pasti selesai, sementara adik kami sudah sakit. Kalau dibiarkan terus, mau jadi apa?” keluhnya lirih.

Kasus ini kembali membuka luka lama soal dugaan praktik pungli di tingkat desa, sekaligus menjadi ujian nyata bagi komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas identitas dan layanan kesehatan gratis.      ( Lia Hambali)

Berita Terkait

Wujud Sinergitas Babinsa Dampingi Bidan Bantu Berikan Vitamin Kepada Pekerja Jembatan Gantung
Progres Capai 21,75 Persen, Babinsa Dan Warga Kebut Pengerjaan Jembatan Gantung Perintis
Wujud Nyata Pendampingan ke Petani Babinsa Bantu Panen Tanaman Kacang Panjang,di Desa Binaan
Wujud Nyata Pendampingan Babinsa Bantu Petani Panen Padi Di Desa Binaan
Babinsa Komsos Ke Warga Masyarakat Himbau Bahaya Narkoba
30 Titik Bor Air Bersih Sumbangan Jenderal Maruli Simanjuntak.MSc pada Masyarakat Pulau Samosir Provinsi Sumatra Utara
The Oxygen of Democracy: Why Press Freedom is a Universal Human Right, Pers International
Resmi Dilantik, GRIB Jaya PAC Wonoayu Gelar Syukuran dan Siap Tebar Manfaat Lewat Sinergi Sosial

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:12 WIB

Wujud Sinergitas Babinsa Dampingi Bidan Bantu Berikan Vitamin Kepada Pekerja Jembatan Gantung

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:10 WIB

Progres Capai 21,75 Persen, Babinsa Dan Warga Kebut Pengerjaan Jembatan Gantung Perintis

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:02 WIB

Wujud Nyata Pendampingan ke Petani Babinsa Bantu Panen Tanaman Kacang Panjang,di Desa Binaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:59 WIB

Wujud Nyata Pendampingan Babinsa Bantu Petani Panen Padi Di Desa Binaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:55 WIB

Babinsa Komsos Ke Warga Masyarakat Himbau Bahaya Narkoba

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:57 WIB

The Oxygen of Democracy: Why Press Freedom is a Universal Human Right, Pers International

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:52 WIB

Resmi Dilantik, GRIB Jaya PAC Wonoayu Gelar Syukuran dan Siap Tebar Manfaat Lewat Sinergi Sosial

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:48 WIB

Kejari Sidoarjo Dinilai Responsif, Pelapor Apresiasi Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Desa Ngaban

Berita Terbaru