Pengorbanan Tak Terhingga : Kisah TNI AD di Tengah Bencana

LIA HAMBALI

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:14 WIB

50187 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Catatan, AgaraNews.com // TNI AD telah menjadi simbol pengorbanan dan dedikasi bagi bangsa Indonesia. Salah satu contoh yang paling menyentuh adalah terjadi Tsunami di Aceh pada tahun 2024 silam , TNI AD menjadi garda terdepan dalam membantu evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban bencana.

Di tengah-tengah kehancuran dan kesedihan, prajurit TNI AD bekerja keras tanpa lelah untuk menyelamatkan nyawa. Mereka berlari di antara puing-puing bangunan, mencari korban yang terjebak, dan memberikan bantuan kepada mereka yang terluka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu kisah yang paling mengharukan adalah tentang Letnan Kolonel (Purn) Achmad Rizal. Pada saat itu, ia menjadi komandan tim SAR (Search and Rescue) yang dikirim ke Aceh. Dalam sebuah operasi penyelamatan, timnya menemukan seorang bayi yang masih hidup di bawah puing-puing bangunan. Bayi itu hanya berusia beberapa bulan dan telah terpisah dari ibunya.Letnan Kolonel Rizal dan timnya bekerja keras untuk menyelamatkan bayi itu. Mereka harus berhati-hati karena puing-puing bangunan bisa runtuh kapan saja. Setelah beberapa jam, mereka akhirnya berhasil mengeluarkan bayi itu dari puing-puing. Bayi itu menangis keras, dan Letnan Kolonel Rizal langsung mengambilnya dan memeluknya erat.

“Dia seperti anak saya sendiri,” kata Letnan Kolonel Rizal dalam sebuah wawancara. “Saya tidak bisa membayangkan jika saya kehilangan anak saya sendiri. Saya harus menyelamatkannya.”

Kisah ini hanya salah satu contoh dari banyak pengorbanan yang dilakukan oleh TNI AD dalam membantu masyarakat. Mereka tidak hanya berjuang di medan perang, tetapi juga di medan bencana, dengan satu tujuan : menyelamatkan nyawa dan membantu mereka yang membutuhkan.

Pengorbanan TNI AD tidak akan pernah dilupakan. Mereka adalah pahlawan sejati yang berjuang untuk bangsa dan negara.(Lia Hambali)

Berita Terkait

Wujud Sinergitas Babinsa Dampingi Bidan Bantu Berikan Vitamin Kepada Pekerja Jembatan Gantung
Progres Capai 21,75 Persen, Babinsa Dan Warga Kebut Pengerjaan Jembatan Gantung Perintis
Wujud Nyata Pendampingan ke Petani Babinsa Bantu Panen Tanaman Kacang Panjang,di Desa Binaan
Wujud Nyata Pendampingan Babinsa Bantu Petani Panen Padi Di Desa Binaan
Babinsa Komsos Ke Warga Masyarakat Himbau Bahaya Narkoba
30 Titik Bor Air Bersih Sumbangan Jenderal Maruli Simanjuntak.MSc pada Masyarakat Pulau Samosir Provinsi Sumatra Utara
The Oxygen of Democracy: Why Press Freedom is a Universal Human Right, Pers International
Resmi Dilantik, GRIB Jaya PAC Wonoayu Gelar Syukuran dan Siap Tebar Manfaat Lewat Sinergi Sosial

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:12 WIB

Wujud Sinergitas Babinsa Dampingi Bidan Bantu Berikan Vitamin Kepada Pekerja Jembatan Gantung

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:10 WIB

Progres Capai 21,75 Persen, Babinsa Dan Warga Kebut Pengerjaan Jembatan Gantung Perintis

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:02 WIB

Wujud Nyata Pendampingan ke Petani Babinsa Bantu Panen Tanaman Kacang Panjang,di Desa Binaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:59 WIB

Wujud Nyata Pendampingan Babinsa Bantu Petani Panen Padi Di Desa Binaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:55 WIB

Babinsa Komsos Ke Warga Masyarakat Himbau Bahaya Narkoba

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:57 WIB

The Oxygen of Democracy: Why Press Freedom is a Universal Human Right, Pers International

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:52 WIB

Resmi Dilantik, GRIB Jaya PAC Wonoayu Gelar Syukuran dan Siap Tebar Manfaat Lewat Sinergi Sosial

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:48 WIB

Kejari Sidoarjo Dinilai Responsif, Pelapor Apresiasi Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Desa Ngaban

Berita Terbaru