Aceh Tenggara, Agaranews.com-Diduga tidak memenuhi standar operasional kelayakan maka Badan Gizi Nasional (BGN) diminta untuk secepatnya menghentikan sementara kegiatan operasional delam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk masyarakat dan siswa yang berlokasi di desa Pasir Gala Kecamatan Lawe Bulan Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh.
Pasalnya berdasarkan informasi yang dihimpun Agaranews.com Kamis (16/4), dari warga setempat menyebut bahwa lokasi operasional dapur SPPG Cahaya Pelita Aceh tersebut diduga kuat belum memenuhi unsur kelayakan dari dinas kesehatan setempat.
“Kami menduga sejak beroperasi dapur SPPG itu belum memenuhi standar operasional prosedur (SOP), seperti kondisi bangunan kemudian kondisi pengolahan limbahnya serta tempat pembuangan sampah juga tidak ada. Ujar beberapa warga setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait hal itu, Kepala SPPG Cahaya Pelita Aceh, Salman SH, dikonfirmasi diruang kerjanya membenarkan hal tersebut.
“Ada beberapa item saat ini sedang dilakukan rehabilitasi seperti kondisi bangunan Ipal dan sertifikat kelayakan dari dinas kesehatan setempat. Jelasnya
Berdasarkan standar operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yakni antara lain adanya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Fasilitas bangunan sesuai standar dan memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang memadai.
Keamanan dan Teknis. Penanganan limbah yang tidak sesuai standar.
Serta standar penggunaan armada distribusi yang menggunakan mobil box khusus.
Sedangkan SPPG Cahaya Pelita Aceh tersebut belum mempunyai mobil box yang khusus untuk mengangkut makanan yang diberikan kepada siswa dan ibu-ibu hamil dan lainnya.
Karena penghentian sementara Operasional Dapur SPPG tersebut untuk mengambil langkah tegas pihak koordinator dan efek zera kepada pihak dapur MBG lainnya. Seharusnya dengan operasional SPPG itu untuk memberikan pelayanan makanan yang bergizi kepada siswa dan ibu-ibu hamil, supaya dalam jangka panjang anak anak Indonesia bebas dari stunting dan Indonesia emas merupakan program Presiden H Prabowo Subianto. Papar warga setempat.[Hidayat]


































