Banda Aceh,agaranews.com// Komitmen memperkuat pelayanan sosial bagi masyarakat kembali ditegaskan dalam pertemuan hangat antara Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, dengan Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, Kamis (16/4/2026), di ruang kerja Kepala Dinas Sosial Aceh.
Kunjungan kerja ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban namun tetap sarat makna strategis. Bupati Aceh Tenggara hadir bersama Sekretaris Daerah Yusrizal, anggota DPRK, serta jajaran pimpinan SKPK. Sambutan hangat dari pihak Dinas Sosial Aceh mencerminkan kuatnya hubungan antarlembaga yang selama ini telah terjalin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan ini jauh melampaui agenda seremonial. Diskusi yang berlangsung intens menunjukkan kesamaan visi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam memperkuat kesejahteraan sosial masyarakat.
Berbagai isu strategis dibahas secara terbuka dan konstruktif, mulai dari optimalisasi penyaluran bantuan sosial hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah peningkatan kualitas penyaluran bantuan sosial (bansos). Kedua pihak sepakat bahwa ketepatan data dan kecepatan distribusi menjadi kunci agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi celah kesalahan data maupun keterlambatan distribusi yang dapat merugikan masyarakat. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, bansos diharapkan semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Selain bansos, isu kesiapsiagaan bencana menjadi perhatian serius. Aceh yang dikenal sebagai wilayah rawan bencana membutuhkan sistem penanganan yang sigap dan terkoordinasi.
Dalam diskusi tersebut, dibahas pentingnya penguatan buffer stock atau cadangan logistik kebencanaan, mulai dari kebutuhan pangan, sandang, hingga perlengkapan darurat seperti tenda, selimut, dan dapur umum.
Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan logistik dalam kondisi siap pakai, sehingga saat bencana terjadi, bantuan dapat segera disalurkan tanpa hambatan.
Menariknya, pertemuan ini juga menyinggung usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional atau bentuk penghargaan lainnya bagi tokoh-tokoh dari wilayah tengah Aceh.
Usulan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusi tokoh daerah dalam perjalanan sejarah bangsa.
Dalam kesempatan itu, Bupati M. Salim Fakhry menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta menegaskan pentingnya menjaga sinergi yang telah terbangun.
Ia menekankan bahwa koordinasi yang intens antara pemerintah kabupaten dan provinsi merupakan kunci keberhasilan pembangunan, khususnya di sektor sosial.
Pertemuan ditutup dengan diskusi interaktif yang produktif, di mana kedua belah pihak saling bertukar gagasan demi memperkuat pelayanan sosial yang lebih inklusif dan responsif.
Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah terus bergerak untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Dengan sinergi yang terjaga, program-program sosial ke depan diharapkan semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat Aceh.
Langkah bersama ini bukan hanya tentang program, tetapi tentang menghadirkan negara lebih dekat kepada rakyat—terutama mereka yang paling membutuhkan. Ady
































