
Kutacane,agaranews.com
Jum’at 9 Mei 2025 —
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Aceh Tenggara, H. Muhammad Salim Fakhry secara resmi melepas 352 mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) Aceh yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan ke-11 Tahun Akademik 2025. Acara pelepasan berlangsung pada Jumat (9/5) dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, pimpinan UGL, serta unsur muspika dari kecamatan yang akan menjadi lokasi KKN.
Para mahasiswa ini berasal dari berbagai fakultas di UGL dan akan ditempatkan di 27 desa yang tersebar di 5 kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, yaitu Kecamatan Bambel, Lawe Alas, Tanoh Alas, Badar, dan Semadam.

Dalam arahannya, Bupati Salim Fakhry menyampaikan harapannya agar seluruh mahasiswa dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika, serta menjaga keharmonisan dengan masyarakat desa tempat mereka tinggal selama KKN.“Saya berharap para mahasiswa mampu berbaur dengan masyarakat, hilangkan sekat dan perbedaan. Laksanakan kegiatan dengan semangat pengabdian agar KKN ini membawa manfaat, baik bagi kalian sendiri maupun bagi masyarakat desa,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati juga meminta para camat, Kapolsek, Danramil, dan kepala desa di lokasi KKN agar menerima mahasiswa dengan baik, serta memberikan bimbingan dan dukungan selama pelaksanaan kegiatan.
> “Jika ada kendala atau kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa, saya harap semua pihak bisa duduk bersama mencari solusi terbaik. Komunikasi yang baik antara mahasiswa, perangkat desa, dan supervisor KKN sangat penting agar kebersamaan dan kekeluargaan tetap terjaga,” tambahnya.

Bupati Salim Fakhry juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa untuk menjauhi narkoba serta turut ambil bagian dalam menyosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat.
> “Saya tekankan kepada kalian semua, jauhi narkoba. Jika ada yang terlibat, tinggalkan sekarang juga. Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara saat ini sedang gencar memerangi narkoba bersama Kapolres, Dandim, dan seluruh elemen terkait,” tegasnya.
“Saya minta selama KKN, bantu kami dalam menyosialisasikan bahaya narkoba, agar Aceh Tenggara benar-benar bisa bebas dari ancaman ini.”

Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis peserta KKN kepada perwakilan kecamatan. Pelaksanaan KKN ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, dengan program kerja yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan desa.
(Ady Gegoyong)
































