Tanah Karo, AgaraNews.com // Udara pagi di Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, tak lagi jernih seperti biasanya. Kabut asap tipis sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti perkampungan, membuat warga yang beraktivitas di luar rumah terpaksa menutup hidung. Di saat itulah, loreng-loreng kebanggaan Brigif TP 37/Hujur Siringgis hadir, bukan dengan senjata, melainkan dengan kepedulian.
Jumat, 17 Oktober 2026, menjadi hari yang berbeda bagi warga Lau Baleng. Personel Brigif TP 37/Hujur Siringgis bersinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Lau Baleng turun langsung ke jalan, pasar, dan persimpangan ramai untuk membagikan ribuan masker gratis.
Tanpa memandang bulu, masker itu diserahkan dengan senyum kepada para pengendara ojek yang seharian menghirup debu, kepada ibu-ibu pedagang sayur di Pasar Lau Baleng, kepada anak-anak sekolah yang berangkat pagi, hingga kepada petani yang hendak ke ladang.
Aksi ini bukan sekadar bagi-bagi masker. Ini adalah jawaban cepat TNI atas jeritan senyap warga yang mulai sesak nafas akibat memburuknya kualitas udara dalam beberapa hari terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komandan Brigif TP 37/Hujur Siringgis, Kolonel Inf Saiful Rizal, http://S.Hub. Int., M.H.I., tampak turun langsung, menyapa warga satu per satu dan memastikan masker terpasang dengan benar.
Dengan suara tegas namun penuh empati, Kolonel Saiful Rizal menyampaikan pesan yang menyentuh hati masyarakat.
“Jangan tanyakan apa arti kehadiran kami. Ketika rakyat sulit bernapas, maka di situlah prajurit harus hadir. Kesehatan masyarakat adalah prioritas, bukan sekadar program, tapi ini adalah janji sumpah kami sebagai prajurit,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca melihat antusias warga.
“Kami tidak akan pernah tinggal diam melihat warga kami di Lau Baleng kesulitan menghirup udara bersih. Kabut asap ini mungkin menghalangi pandangan mata, tapi tidak akan pernah menghalangi kepedulian kami. Satu masker ini mungkin sederhana, tapi di dalamnya ada doa agar warga kami tetap sehat, agar anak-anak kami tetap bisa sekolah, agar para orang tua tetap bisa bekerja. Itulah makna Kemanunggalan TNI dengan Rakyat yang sesungguhnya,” tegas Danbrigif.
Lebih lanjut, Kolonel Saiful Rizal menekankan bahwa sinergi dengan Forkopimca Lau Baleng adalah kunci.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Hari ini kami buktikan, ketika TNI, Polri, Camat, dan seluruh unsur Forkopimca Lau Baleng bersatu, maka tidak ada kesulitan rakyat yang tidak bisa kita atasi. TNI AD, khususnya Brigif TP 37/Hujur Siringgis, lahir dari rakyat, dan kami akan selalu menjadi benteng terakhir harapan rakyat. Hujur Siringgis,..!!! Pantang Mundur,.!!! Rakyat Sehat, Negara Kuat,.!!!” pungkasnya penuh semangat.
Di sisi lain, Camat Lau Baleng, Robert Wagner Ginting yang turut dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah cepat Brigif TP 37/HS.
“Kami sangat berterimakasih. Kehadiran Brigif TP 37/Hujur Siringgis di tengah kabut asap ini seperti oase. Warga merasa diperhatikan dan dilindungi,” ucapnya.
Seorang warga, Nande Br Ginting (58), tak kuasa menahan haru saat menerima masker dari prajurit.
“Terima kasih Nak, Tentara. Sudah beberapa hari sesak nafas karena asap. Dibagi masker gratis begini, kami sangat terbantu. Sehat-sehat lah kalian semua tentara kami,” tuturnya sambil mengusap mata.
Aksi kemanusiaan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa di balik gagahnya seragam loreng, ada hati yang selalu berdetak untuk rakyat. (Lia Hambali)




















