Pakpak Bharat, AgaraNews. Com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0206/Dairi terus menunjukkan perkembangan dalam upaya membuka akses dan meningkatkan infrastruktur pedesaan. Hingga Senin (19/10/2026) pukul 16.00 WIB, pembukaan jalan sepanjang 1.000 meter di Desa Sibongkaras, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, telah mencapai 67 persen atau sepanjang 670 meter. Di tengah kondisi cuaca yang didominasi hujan, Satgas TMMD tetap berupaya mengoptimalkan pengerjaan sasaran fisik demi mendukung kemudahan akses dan mobilitas masyarakat.
Komandan Kodim 0206/Dairi Letkol Arm Denni Andika Wardana, S.H., M.I.P., selaku Dansatgas TMMD ke-130, mengerahkan personel bersama dukungan masyarakat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur desa. Berdasarkan laporan perkembangan hari keenam, penyiapan badan jalan sepanjang 3.700 meter telah mencapai 66,21 persen atau sekitar 2.450 meter. Sementara itu, pekerjaan perkerasan jalan sepanjang 1.000 meter serta pembangunan dua unit plat beton masih berada pada tahap persiapan sesuai progres yang dilaporkan. Sejumlah peralatan, seperti ekskavator, buldoser, dan dump truck, digunakan untuk mendukung pekerjaan di lapangan.
Selain pembangunan jalan, TMMD ke-130 juga menyasar peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui program rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Progres pengerjaan rumah milik Jalesman Berutu telah mencapai 60 persen, Mora Tinambunan 50 persen, Unco Berutu 45 persen, dan Paian Berutu 45 persen, sedangkan rumah milik Temsi Berutu belum menunjukkan progres pekerjaan pada laporan tersebut. Program ini diharapkan dapat membantu warga memperoleh hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman, sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui kerja bersama antara TNI dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya pembangunan jalan dan rumah, TMMD ke-130 juga mencakup program unggulan TNI AD yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Program tersebut meliputi pembuatan lima titik sumur bor, rehabilitasi lima unit MCK, penanaman jagung untuk mendukung ketahanan pangan seluas satu hektare, penghijauan dengan 1.000 bibit pohon buah di lahan seluas dua hektare, pembersihan lingkungan, serta pemberian 100 paket makanan bergizi bagi anak yang mengalami stunting. Hingga batas waktu pelaporan, pengerjaan sumur bor di Gereja HKBP Panjaratan telah mencapai 60 persen, sedangkan empat titik lainnya belum menunjukkan progres. Berbagai kegiatan nonfisik, termasuk penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, keamanan dan ketertiban masyarakat, lingkungan hidup, pertanian, peternakan, serta kesehatan, juga menjadi bagian dari rangkaian program yang akan dilaksanakan.
Pelaksanaan TMMD ke-130 melibatkan 120 personel TNI, lima personel Polri, dua personel pemerintah daerah, serta 30 warga masyarakat. Meski cuaca mendung pada pagi hari dan hujan pada siang hingga sore hari menjadi tantangan tersendiri, situasi di wilayah pelaksanaan TMMD dilaporkan aman dan terkendali. Melalui semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, Satgas TMMD Kodim 0206/Dairi terus berupaya mewujudkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selaras dengan tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”, program ini menjadi wujud nyata pengabdian TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok desa.(Lia Hambali)
(Pendim 0206)




















