Kutacane,agaranews.com
Sabtu, 12 Juli 2025 –
Sosok pemimpin desa yang aktif, bersahaja, dan mudah dijumpai oleh masyarakat kini menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara. Kepala Desa Lawe Bering Horas, Darwin Sitorus, menjadi figur inspiratif yang mencerminkan prinsip pelayanan publik yang humanis dan profesional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan pendekatan kepemimpinan yang terbuka dan partisipatif, Darwin Sitorus tidak hanya menjalankan tugas administratif secara disiplin, tetapi juga secara konsisten hadir di kantor desa setiap hari kerja, memudahkan warga dalam mengakses layanan dan menyampaikan aspirasi.
“Kami ingin memastikan setiap warga merasa memiliki tempat dan suara dalam pembangunan desa. Kantor desa harus menjadi rumah bersama, bukan ruang yang berjarak,” ujar Darwin Sitorus saat ditemui di ruang kerjanya.
Tak hanya bersikap ramah dan komunikatif, Kepala Desa Lawe Bering Horas juga menunjukkan komitmen tinggi terhadap tata kelola pemerintahan desa yang sesuai dengan regulasi yang berlaku. Seluruh perangkat desa diarahkan untuk bekerja profesional, disiplin, dan memahami peran serta tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan hukum.
Dalam melaksanakan roda pemerintahan di tingkat desa, Darwin Sitorus berpegang pada regulasi yang telah ditetapkan oleh negara, mulai dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, hingga berbagai turunan peraturan seperti Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, serta Peraturan Kepala Desa.
Peraturan-peraturan tersebut menjadi dasar operasional perangkat desa dalam menjalankan tugas, termasuk ketentuan mengenai:
Jam kerja perangkat desa, yang menekankan kedisiplinan waktu sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik.
Etika berpakaian dan sikap profesional, untuk menciptakan citra pemerintah desa yang rapi dan dihormati.
Hak dan kewajiban perangkat desa, guna menciptakan keseimbangan antara tugas pelayanan dan kesejahteraan aparatur desa
Dengan pemahaman yang baik terhadap regulasi ini, seluruh perangkat desa Lawe Bering Horas mampu menjalankan tugasnya secara efisien dan efektif, tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal dan kebutuhan masyarakat setempat.
Masyarakat mengapresiasi gaya kepemimpinan Darwin Sitorus yang tidak elitis dan selalu membuka ruang dialog. “Pak Kades selalu ada ketika kami butuh. Beliau tidak pernah membeda-bedakan warga. Itulah yang membuat kami nyaman,” ungkap salah seorang warga setempat.
Darwin Sitorus juga dikenal aktif mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan, baik melalui musyawarah desa, program pemberdayaan ekonomi lokal, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menuju Pemerintahan Desa yang Modern dan Responsif
Ke depan, Darwin Sitorus berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan desa yang lebih modern, dengan pemanfaatan teknologi informasi, sistem pelayanan berbasis digital, dan transparansi anggaran. Semua ini bertujuan untuk menjadikan Desa Lawe Bering Horas sebagai contoh desa maju yang berdaya, tertib administrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah desa harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya hanya menjalankan amanah sebaik mungkin,” tegasnya.
Dengan pendekatan kepemimpinan yang inklusif, patuh hukum, dan humanis, Darwin Sitorus membuktikan bahwa pelayanan publik di tingkat desa bisa menjadi motor perubahan yang signifikan dalam membangun daerah dari pinggiran, sebagaimana semangat Nawacita dan visi pembangunan nasional.
Ady

































