Kutacane,agaranews.com
Pembangunan infrastruktur jalan dalam rangka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 Kodim 0108/Aceh Tenggara terus menunjukkan progres signifikan. Dengan dukungan penuh dari alat berat seperti tandem roller dan buldoser, Satgas TMMD bekerja tanpa kenal lelah untuk memastikan pengerasan jalan di Desa Rikit Bur Dua, Kecamatan Bukit Tusam, selesai tepat waktu, Kamis (7/8/2025)
Di tengah terik matahari yang menyengat, suara mesin berat terdengar bergemuruh sepanjang ruas jalan yang tengah dibuka. Tandem roller terlihat aktif meratakan gundukan tanah, sekaligus memadatkan permukaan jalan agar kontur tanah lebih stabil dan aman untuk dilalui. Sementara itu, buldoser terus mendorong material timbunan ke area-area yang memerlukan penguatan badan jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Serka Sukma, salah satu anggota Satgas TMMD, tampak bekerja berdampingan dengan operator alat berat. Keduanya berkolaborasi mengatur jalur pengerjaan dengan cermat, memastikan setiap titik jalan yang menjadi sasaran program ini tersentuh proses pembangunan.
“Kami berupaya memanfaatkan waktu seoptimal mungkin. Cuaca panas tidak menjadi halangan bagi kami untuk menyelesaikan tugas ini demi masyarakat,” ujar Serka Sukma saat ditemui di lokasi.
Proses pembangunan yang melibatkan alat berat ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan metode manual. Selain mempercepat pengerjaan, penggunaan alat berat juga meningkatkan efisiensi kerja serta menjamin kualitas hasil pembangunan jalan yang lebih baik.
Peningkatan aksesibilitas menjadi fokus utama dalam program ini. Sebelumnya, warga Desa Rikit Bur Dua kerap mengalami kesulitan mobilitas, terutama saat musim hujan, ketika jalan berubah menjadi becek dan sulit dilalui kendaraan. Dengan dibangunnya infrastruktur jalan yang kokoh dan permanen, harapan masyarakat akan kemudahan akses kini mulai terwujud.
Lebih dari sekadar sarana transportasi, jalan ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal. Mobilitas yang lancar membuka peluang baru bagi sektor pertanian, perdagangan, hingga pendidikan. Hasil bumi dapat lebih cepat dipasarkan, anak-anak dapat pergi ke sekolah tanpa hambatan, dan aktivitas harian warga menjadi lebih produktif.
Program TMMD Reguler ke-125 di Aceh Tenggara bukan hanya berorientasi pada pembangunan fisik, namun juga menekankan nilai-nilai gotong royong dan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan warga dalam proses pembangunan menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“TMMD bukan sekadar proyek jangka pendek. Kami ingin hasil dari kegiatan ini dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang oleh masyarakat,” tegas Dansatgas TMMD ke-125 Kodim 0108/Agara dalam keterangannya.
Dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, TMMD ke-125 menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara aparat dan warga dapat mewujudkan kemajuan desa, memperkuat ketahanan wilayah, dan membangun fondasi kesejahteraan yang lebih baik bagi masa depan.
Ady

































