Tanah Karo – 30 Juni 2026, AgaraNews . Com // Kondisi infrastruktur jalan umum penghubung Desa Laulingga dan Desa Laukidupen, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, memprihatinkan. Jalan rusak parah hingga putus total di beberapa titik, menghambat aktivitas warga dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Hingga hari ini warga menyebut belum ada tanda-tanda informasi atau realisasi perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Karo. Padahal jalan ini vital sebagai jalur ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Pantauan awak media di lapangan membenarkan kerusakan di sejumlah titik. Jalan berlubang besar, aspal terkelupas, dan badan jalan terputus. Kondisi ini sangat membahayakan, terutama saat hujan dan malam hari.
Warga Desa Laulingga, M Br Ginting, saat diwawancarai via WhatsApp mengaku jalan ini sudah lama rusak. “Sudah pernah juga diberitakan di beberapa media online bulan April lalu. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” ujarnya.
Kerusakan tidak hanya di jalan antara Laulingga–Laukidupen. Beberapa desa penghubung lain juga terdampak, termasuk Desa Sukadame dan Dusun Pinem, Kecamatan Tanah Pinem. Kerusakannya disebut sama parah.
Bagi warga, jalan ini bukan sekadar akses. Ini urat nadi ekonomi. Setiap hari dipakai petani ke ladang dan warga ke pusat pasar. Dengan kondisi putus total, distribusi hasil pertanian terhambat dan biaya angkut membengkak.
Kami sangat menghendaki perbaikan jalan umum ini agar perekonomian kami meningkat dan mobilisasi masyarakat lancar. Jalan ini akses kami ke ladang dan ke pusat pasar,” tambah M Br Ginting.
Tanpa jalan layak, harga jual hasil tani di petani jadi turun karena susah diangkut. Anak sekolah, ibu hamil, dan warga sakit juga kesulitan menjangkau Puskesmas atau kantor Kecamatan.
Masyarakat dan pengguna jalan yang tiap hari melintas berharap Pemkab Karo segera turun tangan. “Tanpa dukungan dari Pemerintah kami masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa,” tegas warga.
Mereka meminta Pemkab Karo melalui Dinas PUPR menaruh perhatian khusus dan segera melakukan perbaikan, minimal penanganan darurat agar akses tidak putus total. Karena infrastruktur dasar seperti jalan adalah tanggung jawab pemerintah untuk memastikan warga bisa hidup layak dan roda ekonomi berputar.
Jalan Laulingga–Laukidupen ini jadi ujian nyata komitmen Pemkab Karo dalam pemerataan pembangunan. Warga Juhar hanya ingin satu ” jalan yang aman, agar Karo benar-benar bisa maju dari desa”.(Lia Hambali)
























