Suka Makmue – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Area Meulaboh bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh menggelar kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) di Kabupaten Nagan Raya, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nagan Raya tersebut diikuti sekitar 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.
Program GENCARKAN merupakan gerakan nasional yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin memahami cara mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan, serta terhindar dari berbagai risiko kejahatan keuangan seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga penipuan digital.
Area Manager BSI Area Meulaboh, Sandi Rahmad Sholeh, mengatakan pelaksanaan GENCARKAN di Kabupaten Nagan Raya merupakan bagian dari rangkaian kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan serentak di 23 kabupaten/kota di Aceh sepanjang Juli 2026.
“Pelaksanaan GENCARKAN di seluruh kabupaten/kota di Aceh menunjukkan bahwa upaya membangun masyarakat yang cerdas finansial telah menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, regulator, dan industri jasa keuangan,” ujar Sandi.
Ia menjelaskan, bagi seorang ASN, masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari fase kehidupan yang baru. Karena itu, perencanaan keuangan sejak dini menjadi hal yang sangat penting agar masa purnatugas dapat dijalani dengan tenang, mandiri, produktif, dan penuh keberkahan.
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI berkomitmen menghadirkan solusi keuangan syariah yang komprehensif bagi masyarakat, mulai dari layanan tabungan, pembiayaan, investasi emas, hingga layanan pensiun yang aman, mudah, dan sesuai prinsip syariah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal pengetahuan yang bermanfaat bagi para peserta agar semakin bijak mengelola keuangan, mampu merencanakan masa depan dengan baik, serta terhindar dari berbagai bentuk penipuan keuangan yang semakin marak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, SE., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara OJK, FKIJK, dan BSI dalam menghadirkan edukasi keuangan syariah bagi ASN di Kabupaten Nagan Raya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman ASN mengenai pengelolaan keuangan dan produk keuangan syariah, tetapi juga menghadirkan kemudahan layanan bagi ASN yang akan memasuki masa purnatugas.
Ia menjelaskan, melalui kerja sama antara BSI dan PT Taspen, proses pengurusan administrasi pensiun nantinya dapat dilakukan lebih mudah di Kabupaten Nagan Raya tanpa harus ke Banda Aceh.
“Dengan adanya layanan ini, pengurusan administrasi pensiun dapat dilakukan melalui Kantor BSI di Nagan Raya sehingga lebih mudah, cepat, dan efisien bagi para ASN,” ungkapnya.
Melalui kegiatan GENCARKAN, BSI bersama OJK dan FKIJK berharap mampu mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Aceh, membentuk perilaku finansial yang sehat, serta mengajak masyarakat untuk tidak hanya memahami pentingnya perencanaan keuangan, tetapi juga menerapkannya melalui pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara optimal.
Dengan demikian, para peserta diharapkan semakin siap mewujudkan kemandirian finansial dan menghadapi masa purnatugas secara lebih terencana, sejahtera, serta penuh keberkahan.(*)























