Tanah Karo, AgaraNews. Com // Pada Rabu, 1 Juli 2026, 12.30 WIB – Tanggal merah di kalender warga Kecamatan Mardingding. Penantian bertahun-tahun untuk punya akses aman antar desa akhirnya terjawab tuntas.
Tepat Rabu siang, pembangunan Jembatan Garuda, Jembatan Beton Tahap V Titik 3 di Desa Bukit Makmur dinyatakan rampung 100%. Prosesi penyerahan ditandai syukur bersama warga, TNI, dan perangkat desa
Jembatan beton bertulang dengan bentang 6 meter dan lebar 4 meter ini kini resmi jadi urat nadi baru penghubung Desa Bukit Makmur ↔ Desa Lau Madin. Tidak ada lagi cerita warga terjebak banjir atau anak sekolah nekad menyeberang sungai.
Dengan adanya jembatan ini, ibu ke pasar, bapak ke ladang, lansia ke Puskesmas, semua jadi lebih dekat, aman, dan nyaman. Risiko kecelakaan saat musim hujan resmi dipangkas.
Anak-anak berangkat sekolah tanpa drama “sungai meluap”. Petani Karo bisa angkut cabai, sayur, dan jeruk lebih cepat ke pengepul. Waktu tempuh dipotong, biaya angkut turun, untung warga naik. Dari jembatan 6 meter, roda ekonomi dua desa mulai berputar.
Pembangunan jembatan ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto soal percepatan infrastruktur desa. Karena pemerataan kesejahteraan tidak dimulai dari gedung tinggi, tapi dari jembatan kecil yang bikin warga bisa melintas tanpa takut.
Kokohnya Jembatan Garuda bukan kerja satu malam. Ini kerja gotong royong yang penuh keringat dan doa.
Sebagai Tulang Punggung Lapangan, Serka Hartono Pinim, Babinsa Koramil 09/Laubaleng, yang tiap hari turun ke sungai, ukur, cor, dan menyemangati warga ditambah 1 Peleton Yon TP 904/Gara Mata Brigif 37/HS, tenaga, disiplin, dan semangat “bela rakyat” di lapangan
Warga Desa Bukit Makmur & Lau Madin juga bahu-membahu angkut material, masak untuk Tim, jaga logistik. Tanpa mereka, beton ini nggak akan berdiri
Progres pembangunan dipantau langsung Danramil 09/Laubaleng Kapten Inf Judika Naibaho, atas instruksi Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan. Dari gali pondasi sampai finishing railing, TNI hadir memastikan kualitas dan ketepatan waktu.
Inilah “Kemanunggalan TNI-Rakyat” yang sesungguhnya: bukan sekadar jargon, tapi jembatan yang bisa diinjak, dirasakan manfaatnya.
Dulu sungai memisahkan. Anak putus sekolah, panen busuk di jalan, warga sakit nggak bisa ke Puskesmas.
Hari ini sungai itu hanya jadi pemandangan. Jembatan Garuda berdiri megah, siap mengawal langkah warga Mardingding menuju masa depan lebih sejahtera.
Seperti kata warga Bukit Makmur, “Sekarang kami nggak minta muluk-muluk. Kami cuma minta jalan aman untuk anak cucu. Dan TNI sudah kasih itu untuk kami.”
Momen potong pita, anak-anak berlarian pertama kali di atas jembatan, senyum Babinsa bersimbah keringat, dan kebersamaan TNI-warga saat gotong royong.(Lia Hambali)
Pendim 0205/TK
























