Pelatihan Instruktur Madya DPD IMM Sumut Cetak Pemimpin Masa Depan

LIA HAMBALI

- Redaksi

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:24 WIB

50146 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

Medan, AgaraNews. Com // Suasana khidmat menyelimuti Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sumatera Utara, Jalan Kenanga Raya Medan. Di tempat ini, sejak 22 hingga 27 Juni 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara menggelar agenda penting. Agenda tersebut adalah Pelatihan Instruktur Madya (PIM) yang mengusung tema mendalam: “Instruktur Sebagai Inkubator Perkaderan Humanistik”.

Pelatihan Instruktur Madya DPD IMM Sumut ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah ruang penempaan jiwa. Kegiatan wajib ini menjadi program prioritas organisasi untuk menghasilkan instruktur tangguh. Nantinya, merekalah yang memegang tanggung jawab besar dalam mengelola serta mengembangkan sistem perkaderan IMM di tingkat cabang maupun daerah.

“Sebelas orang ini mungkin bukan jumlah yang besar, tetapi begitulah instruktur. Instruktur adalah jalan yang sunyi, jalan yang memang tidak semua orang mampu melewatinya,” ujar Ketua Panitia, Muhammad Fahri, dengan nada penuh keharuan.

Fakta di lapangan mencatat ada dinamika jumlah peserta dalam laporan pelaksanaan. Ketua Umum DPD IMM Sumut, Rahmat Taufiq Pardede, menyebutkan ada 13 orang kader terpilih yang datang dari berbagai daerah, seperti Jambi dan DKI Jakarta, serta enam peserta dari Sumatera Utara sendiri. Sementara itu, Muhammad Fahri mencatat 11 peserta yang bertahan fokus mengikuti proses. Namun, sedikitnya jumlah peserta ini justru memancarkan emosi perjuangan yang kuat.

Menjadi instruktur berarti belajar mengikis keegoisan. Mereka harus menguasai cara memanajemen diri sendiri sebelum akhirnya ditugaskan untuk memanajemen orang lain. Tugas ini sangat berat karena mereka memikul tanggung jawab moral dalam membina, mengarahkan, dan menjadi teladan utuh bagi para kader di tingkat dasar maupun madya.

Rahmat Taufiq Pardede, yang saat itu didampingi oleh perwakilan DPD IMM Jawa Barat (Muhammad Thariq As Sulaimany, Azril Perliyansyah) dan Zirul Habibi dari DPD IMM Jambi, menegaskan arah gerakan organisasi. Orientasi perkaderan di dalam IMM sama sekali bukan pada pembinaan fisik. Fokus utama mereka adalah penguatan nilai-nilai keislaman, intelektualitas, dan kemanusiaan.Melalui Pelatihan Instruktur Madya DPD IMM Sumut ini, para peserta diajak masuk ke dalam forum diskusi dan kajian materi bersama para pakar. Salah satu narasumber yang dijadwalkan hadir adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Akrim. Di sinilah kemampuan memanusiakan manusia diasah secara mendalam agar IMM benar-benar menjadi laboratorium pengalaman yang bermakna bagi setiap kader.

Kerja keras seluruh kader ini membuahkan hasil nyata yang patut disyukuri. Perkembangan IMM di Sumatera Utara terus menunjukkan tren yang sangat positif. Jika pada tahun 2024 yang lalu IMM Sumut hanya memiliki 10 cabang, kini jumlahnya telah bertambah menjadi 13 cabang.

Tiga cabang baru yang berhasil dibentuk pada periode ini berada di daerah Padang Lawas-Padang Lawas Utara, Nias, dan Batu Bara. Dengan perluasan ini, jumlah kader IMM di Sumatera Utara kini telah mencapai ribuan orang. Pergerakan mereka pun kian meluas, tidak hanya di kampus Muhammadiyah seperti UMSU, tetapi juga menyebar di berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kota Medan, termasuk Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), dan Universitas Negeri Medan (Unimed)

Tantangan bagi mahasiswa di masa sekarang diakui semakin kompleks. Mahasiswa dituntut untuk tetap berpihak kepada rakyat dan kritis terhadap persoalan bangsa, namun wajib menyampaikannya dengan cara yang santun dan beradab. Hal ini sesuai dengan semboyan abadi IMM: Anggun dalam moral, unggul dalam intelektual.

Selain tantangan moral, dunia perkaderan saat ini juga harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Muhammad Fahri menjelaskan bahwa Pelatihan Instruktur Madya saat ini sudah berbasis digital. Digitalisasi ini dipandang sebagai peluang besar bagi IMM untuk memperkuat sistem pembinaan yang lebih efektif, relevan, dan berdampak luas.

Fahri mengibaratkan para peserta yang ikut serta seperti satu tim sepak bola yang terdiri dari 11 pemain. Walau jumlahnya terbatas, kekompakan mereka diharapkan menjadi kekuatan utuh untuk mencapai tujuan bersama. Seluruh peserta diharapkan tidak hanya menghafal teori di dalam kelas, melainkan mampu mempraktikkan ilmu tersebut secara nyata demi membawa manfaat bagi masyarakat luas melalui dakwah Islam yang berkemajuan.       (Lia Hambali/.Tim)

Berita Terkait

Istri Bupati Aceh Timur MPLS di SDN 1 IDi Rayeuk Kunjungan Dalam Rangka Transisi Paud/TK ke SD
Prof. Juanda: Penetapan Tersangka FA Tanpa Pemeriksaan Calon Tersangka Tetap Sah Secara Hukum
Satlantas Polres Tebingtinggi Gelar Operasi Gabungan Sosialisasi Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor
Rangkaian MPLS, Satlantas Polres Tebingtinggi Sosialisasi Tertib Berlalulintas Di SMKN 3
Respon Cepat Satnarkoba Polres Sergai Gelar Razia THM Captain America
Satnarkoba Polres Sergai Gulung Pengedar Sabu Di Perbaungan, Amankan Timbangan Digital Dan Paket Siap Edar
1.265 Warga Kota Medan Nobar Bersama Prajurit Petarung Kodim 0201/ Medan, Gelorakan Persatuan dan Kesatuan
Dandim 0209/LB Tegaskan Sinergitas TNI-Polri di Acara Kenal Pamit Kapolres Labusel

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:34 WIB

Dugaan Penggelapan Dana BUMK Desa Gosong Telaga Barat Sorot Masyarakat, Kejaksaan Diminta Usut Tuntas

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:26 WIB

MAA Aceh Singkil Dukung Pembentukan Dapil Mandiri Singkil-Subulussalam untuk Pemilu 2029

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Karya Rahmawan Cibro Berlisensi HKI Resmi Diserahkan ke Dinas Perpustakaan Aceh Singkil

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:17 WIB

Usulan Penggabungan Dapil Aceh Singkil-Subulussalam Sah Secara Normatif, Namun Tergantung Kajian Data

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:51 WIB

Pemkab Aceh Singkil Tegaskan Penerimaan Murid Baru 2026 Wajib Berbasis Zonasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:22 WIB

Motor Baru 11 Bulan Digondol Maling dari Halaman Rumah di Dusun Tran Nelayan, Warga Keluhkan Lambatnya Respons Polisi

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:17 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Aceh Singkil Tekankan Pentingnya Persatuan dan Toleransi

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:02 WIB

Seluruh SKPK Aceh Singkil Tuntaskan Penatausahaan APBK 2026, Siap Cetak DPA

Berita Terbaru