Tanah Karo – 20 Juli 2026, AgaraNews .com – Tangis, harapan, dan jeritan ekonomi. Itulah yang dibawa ratusan Petani Bunga dari berbagai desa di Kabupaten Karo saat menggelar Aksi Unjuk Rasa bersama Relawan Pink di halaman Kantor Bupati Karo, Senin (20/7/2026).
Bagi mereka, bunga bukan sekadar tanaman. Bunga adalah napas hidup, biaya sekolah anak, dan harapan masa depan keluarga petani Karo yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil kebun.
Aksi ini mendapat dukungan dan pendampingan langsung dari Pimpinan DPRD Kabupaten Karo Iriani Br Tarigan, Korindo Sembiring, dan Imanuel Sembiring. Turut hadir juga anggota DPRD Karo lainnya yaitu */David C. Sitepu, Lusi Sukatendel, dan Leny Br Karo.
Sejak pagi massa berkumpul. Dengan spanduk dan orasi, mereka menyampaikan keresahan yang sudah lama dipendam, sulitnya bersaing dengan bunga dari luar yang membanjiri pasar Karo.
Selama kurang lebih 2 jam, suara petani menggema di depan kantor bupati. Hingga akhirnya, Bupati Karo, Antonius Ginting didampingi Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho turun langsung menemui para pendemo.
Suasana haru pun pecah. Pertemuan yang dinanti itu menjadi bukti bahwa suara rakyat didengar.
Untuk berdialog lebih mendalam, Bupati kemudian mengajak perwakilan petani dan Relawan Pink untuk masuk ke Ruang Aula Kantor Bupati Lantai 3.
Di hadapan Bupati, DPRD, dan Forkopimda, perwakilan petani menyampaikan 2 tuntutan utama yang menjadi titik kritis kelangsungan hidup mereka :
1. Meminta Perlindungan Pasar Lokal
Para petani meminta kepada Bupati dan DPRD Karo agar segera membuat Peraturan Daerah yang mengatur agar bunga-bunga dari PT. HASFARM tidak lagi dapat dijual bebas di wilayah Kabupaten Karo.
“Biarlah Tanah Karo menghidupi orang Karo dulu,” ujar salah satu orator.
2. Meminta Pemberdayaan dan Perhatian Pemerintah
Petani meminta agar pemerintah hadir dalam bentuk pelatihan, bantuan bibit unggul, pupuk, dan akses pasar. Tujuannya agar produksi dan kualitas bunga petani lokal Karo dapat ditingkatkan sehingga mampu bersaing dengan produk dari perusahaan besar.
“Kami tidak minta dimanjakan. Kami hanya minta kesempatan yang adil untuk hidup dari tanah kami sendiri,” ucap perwakilan petani dengan mata berkaca-kaca.
Bupati Karo dalam dialog tersebut menyatakan memahami kondisi yang dihadapi para petani. Ia berjanji akan menindaklanjuti seluruh aspirasi bersama DPRD dan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik.
“Kami tidak ingin petani Karo tertinggal. Pemerintah hadir untuk melindungi dan memberdayakan. Mari kita duduk bersama mencari jalan keluar agar petani bunga Karo kembali jaya,” tegas Bupati.
Aksi ini berakhir dengan aman dan tertib di bawah pengawalan Polres Tanah Karo. Para petani membubarkan diri dengan harapan besar bahwa pertemuan hari ini bukan hanya seremonial, tetapi awal dari perubahan nyata.
Karena ketika petani bunga Karo sejahtera, maka Tanah Karo akan semakin harum dan indah.(Lia Hambali)
Mejuah-juah.
























