
Aceh Singkil, agaranews.com ~ Aksi kebaikan untuk lingkungan menggema di seluruh penjuru Kabupaten Aceh Singkil pada Jumat 16 Mei 2025. Pelaksanaan Gerakan Jumat Bersih, diasumsikan Jumat setelah 14 Mei 2025, Inisiatif Gerakan Jumat Bersih, yang tertuang dalam Surat Edaran Bupati Aceh Singkil Nomor 600.4/554 tertanggal 14 Mei 2025, sukses memobilisasi partisipasi aktif dari beragam elemen masyarakat, menegaskan komitmen kolektif terhadap kebersihan, kesehatan, dan ketahanan lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Singkil, Syurkani SE, menyampaikan apresiasi mendalam atas respons luar biasa dan pelaksanaan serentak gerakan ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini menjangkau seluruh tingkatan masyarakat, mulai dari pemerintahan desa (Keuchik), sektor swasta (perusahaan, perbankan), hingga berbagai instansi pemerintah di tingkat kabupaten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus utama Gerakan Jumat Bersih ini meliputi serangkaian aksi nyata di lapangan, antara lain:
Pembersihan Drainase: Memastikan aliran air lancar dan mencegah genangan yang dapat menjadi sarang penyakit.

Pemangkasan Tanaman Liar:
Merapikan lingkungan dan mengurangi potensi gangguan terhadap infrastruktur serta estetika wilayah.
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN): Langkah proaktif dalam menekan angka kasus malaria di Kabupaten Aceh Singkil.
Pengelolaan dan Pemilahan Sampah Rumah Tangga: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sebagai langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Bupati Aceh Singkil dalam arahannya menegaskan bahwa Gerakan Jumat Bersih bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan fondasi penting dalam transformasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kalangan masyarakat. Lebih jauh, inisiatif ini dipandang sebagai langkah strategis dalam adaptasi terhadap perubahan iklim, mengingat lingkungan yang sehat dan terawat memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap dampak perubahan iklim.
Pelaksanaan di lapangan melibatkan koordinasi yang solid antara Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Camat, Keuchik, serta pimpinan berbagai lembaga pendidikan. Semangat gotong royong dan kearifan lokal semakin diperkuat dengan partisipasi aktif dari tokoh agama, tokoh adat, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), anggota karang taruna, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya.
Sinergi dan partisipasi luas ini diharapkan dapat membawa dampak signifikan bagi Kabupaten Aceh Singkil, mewujudkan wilayah yang tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa depan.
“Semoga semangat Gerakan Jumat Bersih ini terus membudaya dan menjadi perilaku sehari-hari kita dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari,” pungkas Syurkani SE, menyampaikan harapannya untuk keberlanjutan inisiatif positif ini. (SBY)


































