Sengketa Sawit Memanas di Kubu Raya : Warga Tanjung Manggis Tuding PT RJP Seperti Penjajah

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 4 Juli 2025 - 23:33 WIB

5066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kubu Raya, Kalimantan Barat – 4 Juli 2025, AgaraNews. Com // Ketegangan memuncak di Tanjung Manggis, Desa Suka Lanting, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Warga lokal menuding perusahaan sawit PT RJP (Rimba Jaya Palma) bertindak semena-mena atas kepemilikan lahan dan hasil panen sawit yang selama ini diklaim sebagai hak masyarakat.

Perselisihan tersebut bermula dari tudingan pihak perusahaan yang menyebut sejumlah warga melakukan pencurian sawit dari kebun milik PT RJP. Namun, warga membantah keras tuduhan itu dan menyatakan bahwa pohon-pohon sawit tersebut tumbuh di atas lahan milik mereka yang telah dikelola sejak 1997, jauh sebelum kehadiran perusahaan.Ini tanah kami. Tapi perusahaan malah menuduh kami mencuri. Padahal kami tidak pernah mendapat bagian plasma 30 persen seperti diatur undang-undang,” tegas Wandi, pemuda Tanjung Manggis, kepada wartawan, Kamis, 3 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menyebut PT RJP belum pernah merealisasikan kewajiban pembangunan kebun plasma minimal 20 persen hingga 30 persen sebagaimana diamanatkan dalam Permentan No. 26/2007, Permentan No. 98/2013, dan Pasal 58 Undang-Undang No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Sudah berkali-kali kami minta penjelasan soal plasma, tapi tak pernah dijawab. Yang kami rasakan justru intimidasi dan tuduhan seolah kami pencuri di tanah kami sendiri,” lanjut Wandi

Masyarakat juga menilai kehadiran PT RJP di wilayah adat mereka penuh kejanggalan. Mereka mengaku tidak pernah diajak musyawarah, tidak ada konsultasi publik, bahkan tidak memiliki salinan izin resmi seperti Hak Guna Usaha (HGU).

Tiba-tiba lahan kami sudah dipatok dan ditanami sawit. Tak ada sosialisasi, tak ada kesepakatan tertulis. Ini bentuk penyerobotan,” ujar seorang tokoh adat yang enggan disebut namanya.

Kekecewaan warga juga mengarah pada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya (Pemkab KKR) yang dinilai lamban dan abai. Dinas Perkebunan, menurut warga, belum pernah turun langsung memverifikasi lokasi HGU perusahaan.

Kami sudah audiensi ke DPRD Kubu Raya, tapi hanya ditampung tanpa ada tindak lanjut. Kami juga lapor ke Kejaksaan Negeri, tapi hingga kini tidak ada progres,” kata warga lainnya.Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Kalbar, Dr. Herman Hofi Munawar, menyebut situasi ini sebagai bentuk pengabaian hak rakyat oleh negara. Ia menegaskan bahwa tindakan perusahaan yang menuduh warga mencuri tanpa kepastian status lahan adalah pelanggaran terhadap prinsip hukum agraria.

Negara harus hadir. Ini bukan sekadar sengketa sipil, tapi soal ketimpangan struktural antara korporasi dan warga. Jika plasma tidak direalisasikan, dan HGU tak transparan, itu jelas pelanggaran. Bahkan bisa dikenai sanksi pencabutan izin sebagaimana diatur dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” tegas Dr. Herman.

Warga mendesak agar Pemerintah Provinsi Kalbar, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian, serta Komnas HAM segera turun tangan. Mereka meminta pembentukan tim independen untuk mengaudit legalitas HGU dan implementasi kewajiban plasma oleh PT RJP.

Jika tidak ada kejelasan, warga mengancam akan melakukan aksi besar-besaran dan menggugat perusahaan secara hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) maupun ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Sumber : Wandi, perwakilan warga Tanjung Manggis dan Dr. Herman Hofi Munawar, Pakar Hukum dan Kebijakan Publik Kalbar.( Lia Hambali)

Berita Terkait

Patroli Perintis Jaga Jakarta Amankan Dua Pemuda Diduga Bawa Narkotika di Jakarta Utara
Lampaui Target, Science Olympiad Bangkitkan Semangat Belajar Pelajar Deli Serdang
Semangat Gotong Royong Menggelora, Warga Bolo Lansir Material Jembatan Gantung Garuda
Pemdes Sidokerto Gelar Bimtek, Perkuat Sinergitas dan Layanan Publik
Babinsa Koramil 0201-04/MK Perkuat Silaturahmi Antara TNI dan Masyarakat di Rumah Warga
Babinsa Koramil 11/MD Laksanakan Komsos di Tanjung Mulia Hilir
Babinsa Koramil 0201-16/TM Hadiri Silaturahmi dan Tabligh Akbar Muhammadiyah Deli Serdang
Babinsa Koramil 0201-16/TM Monitoring Kegiatan FKPPI Rayon Tanjung Morawa

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 22:29 WIB

Patroli Perintis Jaga Jakarta Amankan Dua Pemuda Diduga Bawa Narkotika di Jakarta Utara

Minggu, 19 April 2026 - 22:24 WIB

Lampaui Target, Science Olympiad Bangkitkan Semangat Belajar Pelajar Deli Serdang

Minggu, 19 April 2026 - 22:15 WIB

Semangat Gotong Royong Menggelora, Warga Bolo Lansir Material Jembatan Gantung Garuda

Minggu, 19 April 2026 - 22:08 WIB

Pemdes Sidokerto Gelar Bimtek, Perkuat Sinergitas dan Layanan Publik

Minggu, 19 April 2026 - 22:01 WIB

Babinsa Koramil 11/MD Laksanakan Komsos di Tanjung Mulia Hilir

Minggu, 19 April 2026 - 21:58 WIB

Babinsa Koramil 0201-16/TM Hadiri Silaturahmi dan Tabligh Akbar Muhammadiyah Deli Serdang

Minggu, 19 April 2026 - 21:55 WIB

Babinsa Koramil 0201-16/TM Monitoring Kegiatan FKPPI Rayon Tanjung Morawa

Minggu, 19 April 2026 - 21:53 WIB

Babinsa Koramil 0201-14/PB Silahturahmi dengan Warga Binaan, Perkuat Hubungan dan Keamanan

Berita Terbaru