Kutacane,-agaranews.com
Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 Kodim 0108/Aceh Tenggara di Desa Rikit Bur II, Kecamatan Bukit Tusam, terus menunjukkan progres nyata dalam mendorong pembangunan infrastruktur pedesaan. Program terpadu lintas sektoral ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, yang melihat TMMD sebagai momentum penting dalam percepatan pembangunan dan peningkatan taraf hidup di wilayah pedalaman.
“Dengan adanya program ini, kami sangat senang dan mendukung penuh. Kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar salah seorang warga Desa Rikit Bur II yang turut terlibat dalam kegiatan di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-125 meliputi pembukaan dan pengerasan badan jalan sepanjang 2.000 meter, pembangunan empat unit gorong-gorong, rehabilitasi empat unit saluran pupanisasi, serta pelaksanaan program bedah rumah (RTLH) bagi warga kurang mampu. Di samping itu, program ini juga melibatkan aksi sosial berupa penanaman pohon, pembersihan lingkungan, penanganan stunting, dan edukasi ketahanan pangan yang menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat desa.
Babinsa Posramil Ketambe, Serka Jaharuddin, dalam kegiatan sosialisasi di Desa Deleng Damar, Kecamatan Ketambe, menyampaikan bahwa TMMD tidak hanya bertujuan membangun secara fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepercayaan masyarakat terhadap negara. “Kunci sukses pelaksanaan TMMD adalah kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sosialisasi ini kami lakukan untuk merangkul dan memotivasi masyarakat agar bersama-sama menyukseskan program ini,” ujarnya tegas.
Salah satu komponen penting dalam TMMD kali ini adalah rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Hingga kini, progres pekerjaan telah mencapai 35 persen. Kapten Inf Risman Batu Bara, Pasi Teritorial Kodim 0108/Agara sekaligus Koordinator Umum kegiatan rehab RTLH, menjelaskan bahwa proses pembangunan dilakukan secara gotong royong antara anggota Satgas TMMD dan warga setempat.
“Masyarakat sangat antusias terlibat langsung dalam pengerjaan. Ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa,” jelas Kapten Risman.
Jamatiah, salah satu warga penerima bantuan RTLH, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. “Rumah saya yang tadinya tidak layak huni, sekarang sudah mulai terlihat bagus. Saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI,” ungkapnya dengan haru.
Di sektor infrastruktur jalan, pekerjaan pembukaan badan jalan sepanjang dua kilometer terus digarap dengan intensif. Alat berat seperti excavator telah dikerahkan untuk mempercepat perataan dan pengerasan jalan. Material berupa tanah timbun dan kerikil mulai disebar di sepanjang lintasan, yang diharapkan akan menjadi akses vital bagi transportasi dan distribusi hasil pertanian masyarakat.
Kapten Risman menambahkan, penggunaan alat berat juga dimanfaatkan dalam penggalian gorong-gorong di empat titik strategis. Pembangunan gorong-gorong ini dipandang penting untuk menciptakan sistem drainase yang baik, sehingga badan jalan tidak mudah rusak akibat genangan air, terutama saat musim hujan.
“Seluruh anggota Satgas TMMD ke-125 bekerja tanpa mengenal lelah, bahu membahu bersama warga masyarakat. Kami berharap seluruh infrastruktur yang dibangun ini dapat meningkatkan aksesibilitas, memperlancar mobilitas, dan pada akhirnya menggerakkan roda perekonomian dan pertanian masyarakat di wilayah ini,” tutup Kapten Inf Risman Batu Bara.
Program TMMD Reguler ke-125 Kodim 0108/Agara menjadi bukti nyata hadirnya negara melalui TNI dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa. Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, TMMD diyakini mampu mendorong desa-desa di perbatasan dan wilayah tertinggal untuk bangkit dan sejajar dengan daerah lain yang lebih berkembang.
(Ady)


































