Jakarta, 2 Desember 2025, AgaraNews .com // Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan himbauan penting kepada masyarakat untuk melakukan evakuasi mandiri segera setelah terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami. Himbauan ini menekankan bahwa waktu tanggap resmi untuk peringatan dini seringkali sangat terbatas, yaitu sekitar 3 menit atau kurang.
“Jangan menunggu peringatan resmi! Jika Anda merasakan gempa bumi yang kuat, berdurasi lama, atau sulit untuk berdiri, dan Anda berada di wilayah pesisir, anggaplah bahwa tsunami mungkin terjadi,” kata BMKG dalam pernyataan resminya.
BMKG juga memberikan beberapa langkah penting untuk evakuasi mandiri :- Segera Bergerak : Langsung tinggalkan area pantai atau dataran rendah menuju tempat yang lebih tinggi (bukit, gunung, atau bangunan bertingkat yang kokoh/vertikal evakuasi) tanpa menunggu sirene atau pengumuman resmi.
– Bergerak Cepat dan Teratur : Pandu keluarga Anda, terutama yang rentan (anak-anak, lansia, penyandang disabilitas), untuk segera mengungsi.
– Tetap di Tempat Tinggi : Tetaplah di lokasi yang tinggi dan aman hingga ada pengumuman resmi dari pihak berwenang (seperti BMKG atau BPBD setempat) bahwa kondisi sudah aman dan potensi tsunami telah berakhir.
– Siapkan Rencana : Pastikan Anda dan keluarga Anda sudah mengetahui rute evakuasi terdekat dan titik kumpul yang aman di daerah Anda.
BMKG juga mengingatkan bahwa tsunami seringkali datang dalam beberapa gelombang, sehingga masyarakat harus tetap waspada dan tidak kembali ke daerah yang terdampak sebelum ada pengumuman resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kesiapsiagaan dan respons cepat dari masyarakat sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa dalam situasi bencana seperti tsunami,” tambah BMKG.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap waspada dan siap untuk melakukan evakuasi mandiri jika terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami.( Lia Hambali)
Sumber : BMKG


































