Tanah Karo, Sumatera Utara – 06/12/2025, AgaraNews.com //.Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Tanah Karo sejak beberapa waktu lalu telah membuat perekonomian daerah ini seakan lumpuh. Banyak sektor yang terkena dampak, mulai dari transportasi, pertanian, industri, hingga Pariwisata.
Menurut laporan, krisis BBM telah membuat biaya transportasi meningkat, sehingga mempengaruhi harga barang dan jasa di pasar. Banyak pedagang yang terpaksa menaikkan harga jual produk mereka untuk menutupi biaya transportasi yang meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak krisis BBM, omzet kami menurun drastis. Banyak pelanggan yang tidak bisa membeli produk kami karena harga yang terlalu mahal,” kata seorang pedagang di Pusat Pasar Kota Kabanjahe pada Sabtu 06/12/2025 pagi.
Selain itu, krisis BBM juga mempengaruhi produksi dan distribusi hasil pertanian. Banyak petani yang terpaksa mengurangi produksi mereka karena biaya bahan bakar yang meningkat.
“Kami tidak bisa menggunakan mesin pertanian karena biaya bahan bakar yang terlalu mahal. Kami terpaksa mengurangi produksi dan menjual hasil pertanian kami dengan harga yang lebih rendah,” kata seorang petani di Desa Gajah Kecamatan Simpang Empat kepada awak media ini.
Krisis BBM juga mempengaruhi industri di Tanah Karo. Banyak perusahaan yang terpaksa mengurangi produksi mereka karena biaya bahan bakar yang meningkat.
“Kami tidak bisa meningkatkan harga jual produk kami karena khawatir akan kehilangan pelanggan. Kami terpaksa mengurangi produksi dan mengurangi jumlah karyawan,” kata seorang pengusaha di Tanah Karo.
Masyarakat Tanah Karo mendesak pemerintah untuk segera mencari solusi atas krisis BBM ini. Mereka berharap pemerintah dapat meningkatkan ketersediaan BBM dan menurunkan harga BBM.
“Kami berharap pemerintah dapat segera mencari solusi atas krisis BBM ini. Kami tidak bisa terus hidup dalam ketidakpastian seperti ini,” kata seorang warga Tanah Karo bermarga Sembiring dengan nada dongkol dan sedih.
Pemerintah daerah telah berjanji untuk segera mencari solusi atas krisis BBM ini. Namun, masyarakat masih menunggu tindakan nyata dari pemerintah.
“Kami berharap pemerintah dapat segera meningkatkan ketersediaan BBM dan menurunkan harga BBM. Kami tidak bisa terus hidup dalam kesulitan seperti ini,” kata seorang warga Tanah Karo lainnya.
Krisis BBM di kisi-kisi perekonomian Tanah Karo telah menyebabkan banyak kerugian bagi masyarakat. Pemkab Karo harus segera bertindak untuk mengatasi masalah ini.(Lia Hambali)

































