Pakpak Bharat, – AgaraNews.com// Warung kopi bukan sekadar tempat menikmati sajian sederhana, tetapi telah menjelma menjadi ruang strategis bagi Babinsa dalam memperkuat Pembinaan Teritorial (Binter). Hingga Januari 2026, metode Komunikasi Sosial (Komsos) di warung kopi tetap menjadi pilihan utama karena suasananya yang santai, humanis, dan mampu merangkul berbagai lapisan masyarakat. Di ruang sederhana inilah denyut nadi kebersamaan terasa, keluh-kesah tersampaikan, serta informasi berkembang secara natural dan terbuka.
Pada Selasa, 13 Januari 2026, Serda Julianto Manik, Babinsa Koramil 07/Salak, Kodim 0206/Dairi, melaksanakan Komsos bersama warga di Warung milik Bapak Bonar Bancin di Desa Boangmanalu, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat. Dalam obrolan yang mengalir tanpa sekat, Babinsa mendengarkan langsung aspirasi warga terkait kondisi keamanan, sosial, dan perkembangan desa. Momen kebersamaan itu menghadirkan kedekatan emosional, sehingga masyarakat merasa diperhatikan dan dilibatkan dalam menjaga stabilitas wilayah.
Kegiatan ini tidak hanya menjawab pertanyaan siapa yang terlibat, di mana berlangsung, dan kapan dilaksanakan, tetapi juga menggambarkan apa tujuan dari Komsos: membangun komunikasi dua arah yang jujur dan solutif. Melalui dialog ringan, Babinsa juga menyampaikan imbauan untuk menjaga kerukunan, kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan desa. Dengan pendekatan persuasif, kehadiran TNI dirasakan bukan sekadar aparat, tetapi sebagai sahabat dan saudara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara terpisah, Danramil 07/Salak, Kapten Inf Hernandez, menegaskan bahwa Komsos di warung kopi merupakan metode yang relevan dan efektif di tengah dinamika sosial masyarakat. “Warung kopi adalah titik temu berbagai gagasan. Di sanalah Babinsa dapat menyerap informasi langsung dari sumbernya, sekaligus memberikan pembinaan secara humanis. Ini bagian penting dari tugas Binter untuk menjaga kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya. Ia menambahkan, kepekaan sosial Babinsa menjadi kunci dalam menciptakan situasi aman, tertib, dan kondusif.
Melalui pendekatan sederhana namun bermakna ini, pertanyaan mengapa Komsos terus dilaksanakan menemukan jawabannya: karena kedekatan adalah jembatan kepercayaan. Dan bagaimana pelaksanaannya terlihat jelas—dengan duduk sejajar, berbagi cerita, dan merajut kebersamaan. Di antara kepulan aroma kopi dan tawa ringan warga, tugas negara dijalankan tanpa jarak, menghadirkan TNI sebagai pelindung, pengayom, sekaligus mitra masyarakat dalam membangun desa yang kuat dan berdaya. (Prajurit Pena/Lia Hambali)
































