Dairi, – AgaraNews.com// Di tengah kesederhanaan sebuah kedai kopi nasi di depan Markas Koramil 03/Parongil, Jalan Sisingamangaraja, Parongil, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, suasana berubah menjadi ruang dialog penuh harapan. Pada Selasa, 13 Januari 2026, Serma Tumpal Padang, Babinsa Koramil 03/Parongil Kodim 0206/Dairi, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan warga. Obrolan hangat itu mengarah pada satu tema penting: peluang menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Dengan nada tegas namun bersahabat, Serma Tumpal menegaskan bahwa pintu pengabdian kepada negara terbuka lebar bagi putra-putri bangsa tanpa dipungut biaya.
“Masuk TNI gratis, tidak ada pungutan apa pun. Yang dibutuhkan hanya kesiapan fisik, mental, dan kemauan kuat untuk mengabdi,” ujarnya, disambut tatapan penuh perhatian dari warga. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur janji manis oknum tak bertanggung jawab. “Kalau ada yang mengaku bisa meluluskan dengan bayar, itu penipuan. Jangan sampai ada yang tertipu,” tambahnya. Penegasan tersebut menjadi alarm sekaligus edukasi publik, bahwa rekrutmen TNI dilaksanakan secara resmi, terpusat, terbuka, dan transparan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam perbincangan itu, hadir seorang pemuda A. Sihombing bersama orang tuanya, yang datang untuk mengurus persyaratan pendaftaran Calon Bintara Prajurit Karier (PK) TNI AD Tahun Anggaran 2026. Mereka menyampaikan terima kasih atas bimbingan Babinsa, merasa lebih memahami alur resmi penerimaan TNI, serta terdorong mempersiapkan diri dengan lebih matang. Mereka berharap, informasi ini mampu memotivasi generasi muda dari Desa Lae Parira dan sekitarnya untuk berani bermimpi, berlatih, dan berjuang meraih kesempatan menjadi prajurit TNI AD.
TNI Angkatan Darat saat ini membuka pendaftaran Bintara dan Tamtama Tahun Anggaran 2026, dengan pendaftaran online yang telah dibuka sejak 8 Januari 2026. Proses dimulai dari pendaftaran melalui laman resmi, dilanjutkan validasi di Ajendam/Ajenrem, pemeriksaan fisik awal, hingga tahapan seleksi akademik, fisik, psikologi, dan mental ideologi. Setiap langkah ditekankan berlangsung jujur, adil, bebas pungutan, serta berpegang pada kemampuan dan prestasi pribadi peserta. Kesalahan administrasi, ketidaksiapan fisik, dan kejujuran menjadi faktor penentu yang tak bisa ditawar.
Terpisah, Danramil 03/Parongil Kapten Inf Hernandez menegaskan bahwa Koramil siap mendukung dan memfasilitasi warga dalam mendapatkan informasi resmi rekrutmen TNI. “Kami mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri sejak dini. Rekrutmen TNI dilaksanakan terbuka dan tidak dipungut biaya. Jangan percaya calo. Datanglah ke Koramil, Babinsa siap memberikan arahan,” ujarnya. Dengan sosialisasi yang humanis dan dekat dengan masyarakat, TNI AD berharap semakin banyak putra-putri daerah yang lahir sebagai prajurit terbaik, bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan siap mengabdi untuk bangsa dan negara. (Prajurit Pena/Lia Hambali))
































