Alasan Dibalik Koperasi Merah Putih

LIA HAMBALI

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 00:01 WIB

5077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh : Salamuddin Daeng

Opini, AgaraNews.com// Baru baru ini tersebar berita bahwa Rp. 8000 triliun rupiah kredit perbankan hanya dinikmati oleh 10 keluarga saja di Indonesia. Astaga naga! Berita ini sangat memukul Bangsa Indonesia dan sangat menyesakkan hati lebih dari 100 juta penduduk miskin Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta ini sebenarnya telah lama terjadi, jauh sebelum Presiden Prabowo berkuasa, perbankan memang hanya dikuasai, dinikmati, dimanfaatkan, digunakan segelintir orang di Indonesia. Mereka adalah juga pemilik tabungan atau simpanan di bank, mereka juga adalah pengambil kredit di bank, dukungan negara kepada perbankan sebenarnya hanyalah dukungan terhadap segelintir elite keuangan.

Presiden Prabowo ingin memindahkan uang ke rakyat. Hal itulah yang selalu menjadi motivasi dibalik semua program Presiden Prabowo. Sehingga semua program Presiden Pranowo kalau diringkas dengan satu kalimat adalah *”Prabowo ingin memindahkan uang dari tangan elite ke tangan rakyat”*

Pertanyaannya uang ada dimana? 1) uang ada yang lari ke luar negeri melalui sistem devisa bebas dan ini dihentikan oleh Prabowo melalui pembatasan devisa SDA. 2). Uang di APBN selama ini hanya diminati oleh segelintir elite melalui berbagai Mega proyek APBN, subsidi dan insentif fiskal semua dinikmati oleh elite. Sekarang APBN untuk rakyat dalam menjaga pangan, kesehatan dan pendidikan serta perbaikan kualitas SDM generasi mendatang. 3). Sebelumnya uang bank hanya dialokasikan kepada segelintir elite untuk Investasi dan modal elite dalam rangka mendominasi dan mengeksplorasi ekonomi Indonesia, sekarang Prabowo perbankan untuk rakyat yang bank untuk rakyat Indonesia.

Oleh karenanya rakyat tidak boleh hanya menikmati atau memperoleh kredit kelas ecek ecek, kelas bantuan pinjaman 500 ribu dengan bunga lebih dari 20 persen setahun yang sangat menyakitkan hati. Rakyat harus menikmati kredit dengan bunga rendah. Namun karena rakyat sering disepelekan oleh perbankan, dianggap tidak proper, tidak layak mendapatkan pinjaman, tidak bisa berdagang dan berbisnis. Tuduhan tidak berdasar, karena faktanya rakyat lah yang membangun ekonomi dan usaha usaha kecil yang dikerjakan oleh rakyat itulah benteng ekonomi Indonesia sampai hari ini!

*Perbankan Untuk Rakyat*

Supaya rakyat ini tidak diremehkan maka Presiden Prabowo segera membangun koperasi-koperasi rakyat. Inisiatif itu datang dari atas. Mengapa? Karena itu adalah amanat Pancasila, Pembukaan UUD 1945 Pasal 33 UUD 1945. Pemerintah menyegerakan pembangunan infrastruktur koperasi yang akan digunakan untuk menggerakkan ekonomi perdesaan sekuat kuatnya. Presiden Prabowo percaya bahwa koperasi ini yang akan menjadi tumpuan ekonomi rakyat, tumpuan produksi, jalur distribusi dan sumber konsumsi. Semuanya harus dijalankan oleh koperasi.

Mengapa? Koperasi sebagai Soko guru ekonomi Indonesia sudah lama ditinggalkan, diabaikan ide dan gagasannya, bahkan bangunan bangunannya banyak yang yang menua, ditelantarkan, gudangnya dijadikan tempat olah raga atau dijadikan bioskop di kampung kampung. Intinya koperasi sebagai ide telah ditinggalkan dan diremehkan dalam tema pembangunan ekonomi.

Padahal koperasi adalah satu satunya badan yang sejalan dengan amanat pasal 33 UU 1945. Koperasi sebagai usaha bersama masyarakat pada setiap level ekonomi dalam menjalankan usaha usaha memenuhi hajat hidup mereka dengan cara bersama sama bergotong royong dalam semangat kekeluargaan. Koperasi adalah satu satunya yang sejalan dengan semangat tolong menolong yang merupakan manifestasi rasa kasih sayang diantara sesama sebagaimana Amanat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

Siapa yang harus atau paling bertanggung jawab membiayai, membina, membangun koperasi, mengawal usaha usahanya, tidak lain adalah perbankan. Zaman baru Presiden Prabowo ini mengingatkan kita pada slogan lama para pendiri bangsa di masa lampau tentang perbankan. Apa itu *Bank sebagai agen of development* selama ini bank hanyalah agen konglomerat.

Presiden Prabowo tentu bertekad bagaimana bank bank yang sebenarnya adalah milik negara dapat menjadi abdinya rakyat. Bank bank kembali ke rakyat membina koperasi rakyat, membina koperasi desa merah putih. Karena memang demikian esensi dari keberadaan perbankan. Bank harus menjadi pejuang ekonomi dalam rangka merebut kemerdekaan ekonomi sebagai bangsa.(Lia Hambali)

Berita Terkait

Danrem 083/Baladhika Jaya : Malang Half Marathon Perkuat Sinergi dan Promosikan Potensi Daerah
Cegah Gangguan Kamtibmas, TNI-Polri dan Satpol PP Kompak Laksanakan Patroli Skala Besar Malam Hari
Babinsa Koramil 06/Kerajaan Hadirkan Solusi, Penentuan Lokasi Gerai KDKMP Dibahas Bersama
Babinsa Koramil 04/Tigalingga Mengikuti Kebaktian di GBI Kedeberek, Wujud Nyata TNI Dekat dengan Rakyat
Gerak Cepat Babinsa dan Damkar, Kebakaran Subuh di Tigalingga Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban Jiwa
Babinsa HK. Sipayung Hadiri Ibadah Minggu, Bukti Nyata TNI Selalu Dekat dengan Rakyat
IKAFEB UNAND Gelar Kegiatan Halal Bihalal Antar Alumni FEB UNAND di Jakarta Pusat
Pastikan Kualitas, Dandim Trenggalek Tinjau Pembangunan Jembatan Perintis Garuda

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 00:20 WIB

Danrem 083/Baladhika Jaya : Malang Half Marathon Perkuat Sinergi dan Promosikan Potensi Daerah

Senin, 27 April 2026 - 00:15 WIB

Cegah Gangguan Kamtibmas, TNI-Polri dan Satpol PP Kompak Laksanakan Patroli Skala Besar Malam Hari

Senin, 27 April 2026 - 00:12 WIB

Babinsa Koramil 06/Kerajaan Hadirkan Solusi, Penentuan Lokasi Gerai KDKMP Dibahas Bersama

Senin, 27 April 2026 - 00:09 WIB

Babinsa Koramil 04/Tigalingga Mengikuti Kebaktian di GBI Kedeberek, Wujud Nyata TNI Dekat dengan Rakyat

Minggu, 26 April 2026 - 23:58 WIB

Babinsa HK. Sipayung Hadiri Ibadah Minggu, Bukti Nyata TNI Selalu Dekat dengan Rakyat

Minggu, 26 April 2026 - 23:52 WIB

IKAFEB UNAND Gelar Kegiatan Halal Bihalal Antar Alumni FEB UNAND di Jakarta Pusat

Minggu, 26 April 2026 - 23:44 WIB

Pastikan Kualitas, Dandim Trenggalek Tinjau Pembangunan Jembatan Perintis Garuda

Minggu, 26 April 2026 - 23:40 WIB

Prajurit Petarung Gelar Tradisi Korps Pedang Pora Penyambutan dan Pelepasan Komandan Kodim 0201/Medan

Berita Terbaru